Selasa, 19 April 2011


KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN
TRANSFORMASIONAL
1. Pendahuluan

Pemimpin merupakan salah satu elemen terpenting yang tak akan pernah hllang dari kehidupan sosial manusia. Dia muncul karena adanya berbagai perbedaan dalam kehidupan manuisa yang heterogen, yang kemudian butuh untuk disatukan diselaraskan dan diarahkan agar perbedaan-perbedaan itu tidak melahirkan konflik. Pada dasarnya pemimpin ada untuk itu. Dia bagai “orang terpilih” karena semua pihak yang berbeda pendapat setuju untuk menjadikannya penengah. Oleh sebab itu kebanyakan pemimpin sejati yang kita kenal adalah orang yang memiliki kelebihan-kelebihan dibanding manusia kebanyakan. Ini sangat wajar dan memang seharusnya begitu, karena tak mungkin ia akan disepakati menjadi pemimpin kalautak punya hal-hal yang membuat orang lain “mengalah” kepadanya.
Namun yang perlu dipahami adalah, walaupun semua pemimpin memiliki tujuan dasar yang sama, mereka tetaplah individu yang berbeda maka bukanlah sesuatu yang aneh jika cara mereka memimpin juga berbeda, inilah yang kita kenal dengan Kepemimpinan. Berdasarkan asumsi tersebut maka dapat dipahami jika ada seribu pemimpin sejak peradaban manusia dimulai maka akan ada seribu gaya kepemimpinan yang juga ikut terbentuk. Walauoun begitu, para peneliti telah mengelompokkan beragan kepemimpinan tersebut ke dalam beberapa kelompok berdasarkan sifat maupun ciri umumnya, sehingga lebih mudah bagi kita untuk mempelajarinya.
Di antara jenis Kepemimpinan itu adalah kepemimpinan transaksional dan transformasional. Kedua jenis kepemimpinan ini pertama kali diungkapkan oleh Burn pada tahun 1978 dalam konteks politik, yang kemudian dikembangkan oleh Bass:1985 serta Berry dan Houston:1993 yang  membawanya  dalam  konteks organisasional. Kepemimpinan Transaksional dan Transformasional sering disebutkan secara berdampingan satu dengan yang lainnya ini karena pada dasarnya keduanya memilki perspektif yang sama dalam hal seorang pemimpin harus memberikan “sesuatu” agar anggota bergerak menuju tujuan organisasi, yang membedakan keduanya adalah apa “sesuatu” yang diberikan tersebut. Lebih jelasnya akan dijelaskan pada bagian berikutnya dari tulisan ini.
2.Kepemimpinan Transaksional

a. Pengertian
      - Model kepemimpinan yang terjadi ketika pola relasi antara pemimpin dengan konstituen, maupun antara pemimpin dengan elit politik lainnya dilandasi oleh semangat pertukaran kepentingan ekonomi atau politik untuk memelihara atau melanjutkan status quo (Burns 1978)
      -Menurut Bycio dkk. (1995) serta Koh dkk. (1995), kepemimpinan transaksional adalah gaya kepemimpinan di mana seorang pemimpin menfokuskan perhatiannya pada transaksi interpersonal antara pemimpin dengan karyawan yang melibatkan hubungan pertukaran. Pertukaran tersebut didasarkan pada kesepakatan mengenai klasifikasi sasaran, standar kerja, penugasan kerja, dan penghargaan.
- Dari pengertian  tersebut secara  sederhana Kepemimpinan Transaksional dapat diartikan sebagai cara yang digunakan seorang pemimpin dalam menggerakkan anggotanya dengan menawarkan imbalan/akibat terhadap setiap kontribusi yang diberikan oleh anggota kepada organisasi.

b.Karakteristik Kepemimpinan Transaksional

      -Pengadaan Imbalan, pemimpin menggunakan serangkaian imbalan untuk memotivasi para anggota, Imbalannya berupa kebutuhan tingkat fisiologis (maslow).
      -Eksepsi/pengecualian, dimana pemimpin akan memberi tindakan koreksi atau pembatalan imbalan atau sanksi apabila anggota gagal mencapai sasaran prestasi yang ditetapkan
       c.Karakteristik Pemimpin Transaksionalis
- Mengetahui keinginan bawahan
- Terampil Memberikan imbalan atau janji yang tepat
- Responsif terhadap kepentingan bawahan
d. Kondisi yang dianggap pas dalam menerapkan Kepemimpinan  Transaksional

- Internal

1.Struktur Organisasi (mekanistik, peraturan, prosedur jelas,sentralisasi tinggi)
2.Teknologi Organisasi (teknologi proses, kontinue, mass-production)
3.Sumber kekuasan & pola hubungan anggota organisasi (sumber kekuasaaan di dalam struktur, hubungan formal)
4.Tipe kelompok kerja(kerja tim, sifat pekerjaan umumnyaengineering/teknis)

- Eksternal

1.Struktur lingkungan luar(baik, norma kuat, status quo)
2.Kondisi perubahan (lambat, tidakstabil, ketidakpastian rendah)
3.Kondisi pasar( stabil)
4.Pola hubungan kepemimpinan (orangtua/pimpinan sebagai: pengawas, pengontrol, tidak ada hubunganemosionalyang kental)

e. Illustrasi dan Contoh Kasus
Seorang walikota dari sebuah kota terkotor di dunia yang letaknya berada di salah satu Negara amerika latin, berhasil mengubah negaranya menjadi negara terbersih di dunia dengan melarang pembelian sayur kecuali dengan menukarnya dengan sampah. Jadi masyarakat akan diberikan sayur – yang merupakan salah satu makanan pokok mereka- hanya bila mereka membawa sampah ke tempat pembuangan yang telah ditentukan pemerintah, di sana masyarakat kemudian dapat menukar sampah tersebut dengan sayur.

3. Kepemimpinan Transformasional 

a. Pengertian 
 -Keller(1992) mengemukakan bahwa Kepemimpinan Transformational adalah sebuah gaya kepemimpinan yang
mengutamakan pemenuhan terhadap tingkatan tertinggi dari hirarki maslow yakni kebutuhan akan harga diri dan aktualisasi diri.
- Kepemimpinan transformasional inilah yang sungguh-sungguh diartikan sebagai kepemimpinan yang sejati karena kepemimpinan ini sungguh bekerja menuju sasaran pada tindakan mengarahkan organisasi kepada suatu tujuan yang tidak pernah diraih sebelumnya. Para pemimpin secara riil harus mampu mengarahkan organisasi menuju arah baru (Locke, 1997).
- Kepemimpinan ini juga didefinisikan sebagai kepemimpinan yang membutuhkan tindakan memotivasi para bawahan agar bersedia bekerja demi sasaran-sasaran "tingkat tinggi" yang dianggap melampaui kepentingan pribadinya pada saat itu (Bass, 1985;
Burns, 1978; Tichy dan Devanna, 1986, seperti dikutip oleh Locke, 1997).
-Sarros dan Butchatsky (1996), bahwa model kepemimpinan transformasional merupakan konsep kepemimpinan yang terbaik dalam menguraikan karakteristik pemimpin sehingga para pemimpin kita lebih berkerakyatan dan berkeadilan sosial.
- Secara sederhana dapat dipahami bahwa Kepemimpinan Transformasional adalah kepemimpinan yang membawa organisasi pada sebuah tujuan baru yang lebih besar dan belum pernah dicapai sebelumnya dengan memberikan kekuatan mental dan keyakinan kepada para anggota agar mereka bergerak secarasungguh-sungguh menuju tujuan bersama tersebut dengan mengesampingkan kepentingan/keadaan personalnya.

b. Karakteristik Kepemimpinan Transformasional
- Adanya pemberian wawasan serta penyadaran akan misi, membangkitkan kebanggaan, serta menumbuhkan sikap hormat dan kepercayaan pada para bawahannya (Idealized Influence Charisma)
- Adanya proses menumbuhkan ekspektasi yang tinggi melalui pemanfaatan simbol-simbol untuk memfokuskan usaha dan mengkomunikasikan tujuan-tujuan penting dengan cara yang sederhana (Inspirational Motivation),
- Adanya usaha meningkatkan intelegensia, rasionalitas, dan pemecahan masalah secara seksama (Intellectual Stimulation),
- Pemimpin memberikan perhatian, membina, membimbing, dan
melatih setiap orang secara khusus dan pribadi (Individualized
Consideration).

c. Karakteristik Pemimpin Transformasionalis

- Kharismatik
- Inspiratif dan motivatif
- Percaya diri
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Visioner
- Memiliki idealisme yang tinggi
d. Kondisi yang dianggap pas dalam menerapkan Kepemimpinan Transaksional

- Eksterna

1. Struktur lingkungan luar (ada tekanan terhadap situasi, ketidakpuasan masyarakat)
2. Kondisi perubahan (berubah cepat, bergejolak, ketidakpastian)
3. Kondisi pasar (sering terjadi perubahan dan tak stabil)
4. Pola hubungan kepemimpinan (pemimpin sebagai orang tua yang membimbing ke pencapaian tujuan, hubungan emosional dengan anggota kental dan dekat)

- Internal

1. Struktur Organisasi (organik, prosedur adaptif, otoritas tidak jelas,
desentralisasi)
2. Teknologi Organisasi (teknologi batch/satu kali pengerjaan)
3. Sumber kekuasan & pola hubungan anggota organisasi (sumber kekuasaan penguasaan informasi, hubungan informal)
4. Tipe kelompok kerja (kerja tim-variatif, sifat pekerjaan umumnya yang memerlukan kreativitas tinggi, craft:keahlian, heuristic:tidak terstruktur, manajemen atas dan menengah)

e. Ilustrasi dan Contoh Kasus
Kepemimpinan ini sering muncul pada situasi-situasi yang monoton dan atau terpuruk pada sebuah organisasi. Dimana organisasi menghadapi sebuah kondisi yang “luar biasa”. Ilustrasi yang paling mudah dipahami menurut kami adalah saat seorang pelatih tim sepak bola misalnya, yang akan berhadapan dengan tim yang selama ini dianggap sebagai “raksasa” maka pelatih akan member motivasi dan sistem latihan baru untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kekuatan mental dari timnya.
Adapun contoh pemimpin transformasional sangatlah banyak dan yang paling tinggi di antara mereka semua adalah Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
4. Kesimpulan 

Saat ini perkembangan manajeman dan kepemimpinan dalam suatu organisasi hal yang penting dan perlu mendapatkan perhatian. Manajemen dan kepemimpinan perlu terus menerus dikembangkan dan disesuaikan untuk keberlangsungan dan perkembangan organisasi itu sendiri.
Sekolah sebagai sebagai suatu organisasi yang terus belajar, dalam pengertian dinamis, dan tanggap terhadap perkembangan keilmuan yang terjadi saat ini, semakin membutuhkan kepemimpinan yang lebih dapat menjawab tantangan, membawa pembaharuan, dan lebih aspiratif terhadap perubahan yang terjadi. Kepemimpinan di sekolah dilakukan baik oleh Kepala Sekolah maupun oleh guru di kelas.
Kepemimpinan transformasional merupakan suatu alternatif
kepemimpinan yang dapat diterapkan di sekolah dalam upaya pencapaian
outcomes peserta didik secara lebih optimal. Outcomes yang dimaksudkan
adalah sejumlah keterampilan, kompetensi baik akademik maupun non akademik yang dimiliki peserta didik secara utuh sebagai hasil dari suatu proses pendidikan dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan.
Implementasi kepemimpinan transformasional di sekolah pada dasarnya perlu diselaraskan dan dilakukan sinkronisasi dengan situasi dan kondisi serta sumberdaya yang lebih spesifik yang terdapat di masing-masing sekolah.

1. Kepemimpinan Transaksional dapat diartikan sebagai cara yang digunakan seorang pemimpindalam menggerakkan anggotanya dengan menawarkan imbalan/akibat terhadap setiap kontribusi yang diberikan oleh anggota kepada organisasi.
2. Kepemimpinan Transformasional adalah kepemimpinan yang membawa organisasi pada sebuah tujuan baru yang lebih besar dan belum pernah dicapai sebelumnya dengan memberikan kekuatan mental dan keyakinan kepada para anggota agar mereka bergerak secara sungguh-
sungguh menuju tujuan bersama tersebut dengan mengesampingkan
kepentingan/keadaan personalnya.
3. Keduanya memiliki kesamaan dalam hal perlunya memberikan “sesuatu” kepada anggota agar mereka bergerak sesuai tujuan organisasi, selain itu ada juga tiga perbedaan antara jenis kepemimpinan ini, yakni :
Transaksional memberi imbalan berupa kebutuhan fisiologis bagi
para anggotanya sedangkan transformasional memberi inspirasi
dan motivasi untuk mendapatkan self esteem/harga diri dan
aktualisasi diri.

 ii. Dalam hal kepentingan yang didahulukan, kepemimpinan transaksional mementingkan kepentingan pribadi anggota untuk ditukar dengan imbalan agar ia mau bekerja demi kepentingan bersama sedangkan transformasional mementingkan kepentingan bersama dengan menjelaskan betapa pentingnya hal tersebut sehingga anggota rela mengesampingkan kepentingan pribadinya.
iii. Dalam hal situasi internal dan eksternal organisasi, transaksional biasanya dipakai dalam situasi yang stabil dan dalam hal-hal teknis yang telah baku prosedurnya sedangkan Transformasional dipakai dalam keadaan tak stabil dan atau terpuruk serta dalam hal-hal yang bersifat strategis dan tak baku.

Daftar pustaka

Bass, B.M . (1985). Leadership and performance beyond expectation, New
York: Free Press.
Burns, J.M. (1978).Leadership. New York: Harper & Row
Erik , R. (2001).
Leadership Articles.
Gersick, C.J.G. & Hackman, J.R. (1990). Habitual routines in task-performing
teams. Organizational Behavior and Human Decision Processes
Hickman, G. (1993). Toward transformistic organizations: A conceptual
framework
Osterman, K. (2000). Students’ need for belonging in the school community,
review of educational research




















Jumat, 04 Maret 2011

perbedaan antara online dan ofline


CARA UPDATE ANTIVIR ONLINE DAN OFFLINE

Update antivirus dari AVIRA (Antivir) dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu update secara online dan update secara manual. Melalui kedua cara ini, ada dua jenis update antivirus, yaitu update enginge atau update versi antivirus dan update virus database (virus definition). Jika komputer terhubung dengan internet, maka update online dapat dilakukan dengan mode otomatis (scheduler) ataupun manual. Berikut ini akan dijelaskan langkah update Antivir, baik update engine maupun update virus database secara online maupun offline.

Automatic Update Antivir
 
Automatic update umumnya bermanfaat apabila komputer terhubung langsung dengan internet. Dengan mengaktifkan automatic update, maka secara berkala Antivir melakukan update baik update engine (versi antivirus) maupun update virus definition (virus database). Jika konfigurasi untuk automatic update diaktifkan, maka Antivir akan melakukan sendiri update tanpa pemberitahuan ataupun konfirmasi terlebih dahulu kepada pengguna secara terjadwal. Pengaturan standar untuk automatic update biasanya ditetapkan setiap 1 hari sekali. Untuk mengatur penjadwalan automatic update dapat dilakukan melalui konfigurasi penjadwalan atau “Time Schedule Update”. Di sini akan ditemukan rentang waktu dilakukan update otomatis berupa rentang waktu, hari, dan pukul berapa update akan dilakukan. Misalnya, akan dilakukan pengaturan update otomatis dengan memperlebar waktu berkala dari 1 hari sekali menjadi 7 hari sekali. Pengaturan update otomatis Antivir dapat dilakukan dengan masuk ke kotak yang bertuliskan “Administration”, lalu pilih “Scheduler”.



Hilangkan tanda centang untuk “Daily Update” pada kolom “Activated”. Buatlah penjadwalan baru dengan mengklik ikon paling kiri di atas kotak daftar jadwal update (insert new job). Di sini akan dimintakan nama penjadwalan yang baru dan setelan penjadwalan sesuai dengan kebutuhan.
Dengan mengatur konfigurasi skedul automatic update yang sesuai dengan kebutuhan, maka pengguna tidak perlu lagi dipusingkan dengan status versi ataupun virus definition (virus database) dari Antivir. Kerugiannya, jika paket internet yang dipergunakan termasuk limited bandwidth, maka automatic update bisa jadi akan menghabiskan kuota bandwidth cukup besar. Untuk sekali update virus database, setidaknya dibutuhkan sekitar 12 Mb dan sebesar 20 Mb jika dilakukan engine update. Pengaturan standar untuk Automatic Update Antivir dilakukan setiap 1 hari sekali.
Fitur automatic update dari Antivir dapat dinonaktifkan melalui pengaturan pada “Administration -> Scheduler”. Hilangkan semua tanda centang pada kolom “Activated” untuk Daily Update dan jadwal update lainnya.

Non Automatic Update Antivir
 
Jika komputer (PC) terhubung langsung dengan internet, update Antivir dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu update langsung dari Antivir dan update secara manual. Update langsung dari Antivir memiliki proses yang sama dengan Automatic Update. Bedanya, jika automatic update melakukan update sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, maka pada update di sini, proses update dilakukan sesuai dengan kehendak pengguna. Jika komputer terhubung langsung dengan internet, disarankan untuk melakukan update langsung dari Antivir. Keuntungannya, kapasitas file yang diunduh (dowload) melalui update langsung dari Antivir jauh lebih sedikit sehingga lebih menghemat kuota bandwidth.



Untuk melakukan update virus database (virus definition), klik menu “Update”, lalu pilih tulisan “Start update (F9)”. Jika ingin melakukan update engine atau antivirus version, maka yang dipilih “Start product update”. Jika keseluruhan proses update (engine maupun virus database) telah lengkap, maka pada kolom “Last Update” akan menampilkan logo tanda centang warna hijau seperti pada gambar di atas. Jika terdapat update yang belum lengkap, bisa jadi engine ataupun virus database, maka akan ditampilkan logo tanda seru berwarna kuning. Apabila antivirus membutuhkan update, maka pada kolom “Last Update” akan menampilkan logo berwarna merah. Langkah update seperti ini disebut juga Manual Update Online.

Offline Update Antivir
 
Update Antivir secara offline dapat dilakukan hanya untuk update virus database (virus definition). Untuk melakukan update engine atau update versi antivirus, pengguna harus mengunduh (download) langsung aplikasi antivirus (Antivir) dari situs AVIRA (klik di sini), khusus untuk versi gratisan (Antivir Personal Edition Classic). Pilihlah kotak yang bertuliskan “Recommended Download”, lalu akan diarahkan menuju halaman download via Softpedia. Pada halaman download Softpedia, pilihlah link download yang bertuliskan “Softpedia Secure Download” (pilih salah satu). Setelah selesai di download, kemudian jalankan file setup yang bertuliskan “antivir_workstation_winu_en_h.exe”. Ketika proses instal dijalankan, Antivir akan mendeteksi versi Antivir yang telah terinstalasi sebelumnya, kemudian akan secara otomatis meng-upgrade ke versi yang baru. Proses ini yang disebut dengan instal ulang di mana setelan konfigurasi sebelumnya tidak berubah.
Update antivirus database untuk Antivir (virus definition) dapat dilakukan dengan mengunduh (download) virus definition dari alamat link permanen. Klik di bawah ini untuk mengunduh virus definition dari Antivir.




Setelah virus definition dari Antivir selesai diunduh, langkah selanjutnya melakukan update virus database. Pada menu Update, pilih “Manual update”, lalu pilih lokasi folder atau file virus definition (ivdf_fusebundle_nt_en.zip), kemudian klik “Ok”.
Jika setelah langkah update, pada kotak “Last Update” masih menunjukkan logo tanda kuning, itu berarti masih ada update yang belum lengkap. Bisa jadi update engine (versi antivirus) yang harus diupdate.

Peringatan!
 
Sangat tidak disarankan menggunakan aplikasi Antivir berbayar yang dijalankan dengan menggunakan peretas (crack) ataupun pengacak serial number. Aplikasi Antivir yang bajakan akan langsung divalidasi begitu dilakukan proses update, baik update online (automatic/manual) ataupun update secara offline. Perlu diketahui oleh pengguna, paket virus definition (virus database) dari Antivir sudah dilengkapi dengan deteksi keaslian software. Dari sekian banyak pengalaman, baik cracker ataupun pengacak serial number selalu dapat dilumpuhkan oleh deteksi keaslian software. Sejauh ini, Avira hanya memvalidasi software, tapi tidak memblokir IP Address.



DALAM BIDANG BLOGGER

Blogger Online

Blogger Online adalah blogger yang hidup di dunia maya (online) dan populer di jagat blogosfir dengan credit point yang diberikannya secara online. Kebanyakan blogger online lebih peduli -dengan jiwa blogsidenya- terhadap kontribusi-kontribusi yang bersifat online. Ciri-cirinya adalah :
1. Menghabiskan banyak waktu di dunia maya. Katakanlah, minimal 4 jam sehari selalu online,
2. Weblognya hidup, rutin diupdate, dan penataan yang optimal,
3. Sebagian besar di antaranya blogging for money (blogging untuk mencari uang), dan sebagian lagi diary blogging (menjadikan weblog sebagai buku harian/diary).

Blogger Offline

Blogger Offline adalah blogger yang tidak terlalu peduli pada status online-nya, tapi memaksimalkan diri untuk beraktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan dunia blogging. Umumnya blogger seperti ini adalah anggota Komunitas Blogger yang kerap mengadakan kegiatan-kegiatan offline. Di antara ciri-ciri blogger offline adalah jarang mengupdate weblog tapi selalu mengikuti kegiatan-kegiatan komunitas.

 
Blogger dengan kategori ini sebenarnya merupakan kombinasi yang baik antara blogger online dan blogger offline di atas. Silahkan menggabungkan sendiri. ;) Tapi, ingat, kombinasi yang baik.

DALAM BIDANG PEMASARAN


Bedanya, pada dasarnya, adalah: dalam model pemasaran affiliate, sebagian besar atau bahkan seluruh proses penjualannya dilakukan secara online di Internet. Jadi, anda memindahkan sebagian besar atau bahkan seluruh proses penjualan bisnis anda dari dunia nyata ke dunia maya di Internet.
Tapi, perbedaan dunia atau media ini hanya permukaannya. Di dalamnya, dan lebih dalam lagi ke intinya, kedua dunia ini memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat yang sama sekali berbeda, yang membuat dunia yang satu menawarkan keuntungan-keuntungan yang tak tertandingi oleh dunia satunya dari segi proses kerja suatu bisnis, lebih khususnya proses penjualan langsung.
Dunia pertama itu adalah dunia Internet, yang kini tak tertandingi oleh dunia nyata. Orang-orang Internet lebih suka menyebut dunia Internet sebagai dunia online, dan dunia nyata sebagai dunia offline. Bagi anda, online dan offline mungkin sekedar lawan kata. Ya, mereka memang lawan kata. Tapi, saya ingin meyakinkan anda dari saat ini bahwa dalam implikasi-implikasi lebih mendalam dari kedua kata berlawanan inilah terletak perbedaan-perbedaan luar biasa… perbedaan-perbedaan yang telah, sedang dan akan menciptakan suatu revolusi!
Ya, revolusi! Revolusi ekonomi, revolusi industri, revolusi usaha kecil, revolusi home business, revolusi manajemen, revolusi pemasaran, revolusi sosial… dan bahkan revolusi fisik! Agar pernyataan ini tidak menjadi sekedar retorika tanpa makna, saya akan menjelaskan implikasi-implikasi dari dunia online dari segi yang sedang kita bicarakan saat ini, segi yang langsung menjadi perhatian anda dan paling dekat dengan anda –proses penjualan langsung. Proses penjualan langsung bisa digambarkan sebagai kegiatan-kegiatan dan interaksi-interaksi antara 3 pihak: merchant (penjual), sales, dan pembeli/ pelanggan. Mari kita perinci kegiatan-kegiatan oleh tiap-tiap pihak itu.

Pihak Merchant 

Memiliki atau menyewa ruang kantor atau toko yang layak, termasuk fasilitas pelatihan sales yang baik.  
Memasang iklan mencari sales.  
Menerima permohonan peminat dan mewawancarainya.  
Mempresentasikan peluang kerja/ bisnisnya (bergantung pada ‘kebesaran’ sang merchant, dalam presentasi ini para calon sales bisa disuguhi makanan dan minuman).  
Membagikan bahan-bahan produk knowledge dan literatur penjualan. Mengadakan pelatihan-pelatihan dan pertemuan-pertemuan teratur untuk memelihara motivasi sales, menyebarkan pengetahuan tentang produk, dll. Bergantung pada kecanggihannya dalam bidang penjualan dan besar anggarannya, merchant perlu menyediakan alat-alat pendukung (special event, special promotion, kontes, undian, dll).
    Pihak Sales 

    Mencari iklan-iklan peluang kerja/ usaha.  
    Menyiapkan lamaran atau riwayat hidup untuk merespon iklan yang menarik baginya.  
    Pergi ke kantor pengiklan untuk mencari tahu lebih banyak lowongan kerja itu. Bila ada presentasi dari pengiklan, dia perlu mengikutinya (mungkin sekitar 2 jam).  
    Jika dia memutuskan mencoba lowongan itu, dia akan kembali besoknya untuk mulai bekerja atau mengikuti pelatihan di bawah seorang sales coordinator atau supervisor.  
    Jika dia memutuskan lowongan itu bukan untuknya, dia berhenti sampai presentasi; dia mungkin akan mengulangi prosesnya dari awal untuk lowongan usaha lainnya, sampai menemukan lowongan yang cocok.  
    Selama mengejar lowongan itu, dia terus melakukan pertimbangan terhadap dirinya dan lowongan sang merchant berdasarkan kondisi-kondisi penjualan di lapangan, harapan merchant padanya, dan harapan dia pada merchant. Jika dia menilai jelek kemampuannya atau lowongan dari sang merchant, dia mungkin memutuskan berhenti dari lowongan itu, dan lalu mungkin memutuskan mencari lowongan usaha lain.  
    Selama mengejar lowongan, dia juga diharapkan terus datang ke kantor, dan mengikuti pelatihan-pelatihan atau pertemuan-pertemuan yang terkait dengan product knowledge.
    Sebelum terjun menjual, sales perlu menyusun daftar prospek, mencantumkan mulai dari kerabat, tetangga, kawan, prospek dari surat kabar, yellow pages, dll. 
    Dalam mencoba menghasilkan penjualan, sales menelepon dan/ atau mendatangi para prospek dalam daftarnya. Sales bisa berhasil atau gagal menghasilkna penjualan, tergantung pada dukungan yang disediakan oleh merchant dan keterampilan menjualnya.
      Pihak pelanggan
        
      Jika merchant atau sales memakai cara door-to-door untuk mempromosikan produknya, kebanyakan calon pembeli akan melawannya. Mereka bersikap tidak terbuka terhadap usaha penjualan macam ini. Sebabnya: mereka merasa terganggu, tak punya peluang membanding-bandingkan produk dan harga dari merchant lain, kurang percaya terhadap kredibilitas merchant, dsb.  

      Banyak merchant dan sales mengejar penjualan dalam satu kesempatan (one-shot). Jika prospek memutuskan tidak membeli pada satu kesempatan itu, ia jarang di-follow up; kesempatan menjual kepadanya kelak hilang.
        Meskipun detil-detil proses penjualan di atas masih belum lengkap, anda bisa lihat bahwa banyak kegiatan atau interaksi dari proses penjualan yang melibatkan ke-3 pihak di atas terkait dengan penyebaran dan pengolahan informasi. Dalam dunia offline, proses penyebaran dan pengolahan informasi ini memakan lebih banyak biaya, waktu, dan tenaga, dan, di atas semua itu… bersifat satu-kali pakai (disposable) dan variable-cost. Artinya, tiap kali anda ingin menyebarkan dan mengolah suatu potong informasi kepada dan dari seseorang, anda harus membayar!
        Ini sama sekali berbeda dalam dunia online. Dalam dunia online, proses penyebaran dan pengolahan informasi ini menghemat sangat banyak biaya, waktu, dan tenaga, dan, yang terpenting… proses online adalah kontinyu dan fixed-cost.

        Cara Membuat Wordpress Online dari Wp Offline Menggunakan Cpanel UGM

        Setelah lama mencari tutorila ini , tentang bagai mana cara meng-onlinekan wordpress offline, menggunkan hosting dan domain name UGM ....ugm.ac.id akhirnya ketemu juga, tutorial ini berbentuk .pdf yang telah di tulis oleh someone ( nama asli n identitas aku tidak tahu ). 
        Sebenarnya sudah lama aku ingin membuat worpress offline dan meng-online-kannya jadi seperti cms, ( klo blog dengan blogger kan  100% free n hosting ada pada blogspot sendiri ). tetapi berhubung user name dan password untuk mengakses ke UGM aku lupa, dulu buatnya waktu masih jadi mahasiswa kira kira tahun 2005 ( akhir tahun gitu or awal tahun 2006 ) tapi di tahun 2010 aku lupa password n user name nya heee ) , jadi aku mau posting tutorial nya saja, silahkan di download disini tentang cara upload dari cpanel UGM.

        macam macam contoh dalam penegertian offline dan online

        Arti istilah Offline dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Keadaan di mana sebuah device (komputer) tidak terhubung dengan device lain.
        Arti istilah offline editing dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Suatu proses penyiapan Edit Decision Lists (EDLs) untuk digunakan selama pengeditan online.
        Arti istilah Offline browsing dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Kemampuan untuk berselancar secara offline pada alamat-alamat yang tersimpan pada cache.
        Arti istilah Tabbed document interface dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Merupakan kemampuan pada program aplikasi komputer dalam graphical user interface untuk menampilkan beberapa halaman dalam beberapa jendela. Implementasi dari tabbed browsing pertama kali diimplementasikan pada web browser NetCapting selain juga didukung oleh Microsoft Internet Explorer. Sedangkan pada Opera diimplementasikan pada produknya yang dikeluarkan pada bulan Maret tahun 2000. semenjak tahun 2004 hampir seluruh web browser yang terkenal telah mendukung fasilitas ini.
        Arti istilah online dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Terhubung, terkoneksi. Aktif dan siap untuk operasi; dapat berkomunikasi dengan atau dikontrol oleh komputer. Online ini juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan di mana sebuah device (komputer) terhubung dengan device lain, biasanya melalu modem.
        Arti istilah Online input dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Input secara langsung.
        Arti istilah Online system dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Suatu sistem yang terdiri dari berbagai perangkat yang saling terhubung satu dengan lainnya.
        Arti istilah System dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.Esensinya sistem terdiri dari:
        komponen-komponen dalam sistem tersebut, mencakup
        perangkat keras/hardware,
        perangkat lunak/software,
        prosedur-prosedur/procedure,
        perangkat manusia/brainware, dan
        informasi/information itu sendiri;
        serta fungsi-fungsi teknologi di dalamnya yaitu:
        input,
        proses/process,
        output,
        penyimpanan/storage dan

        komunikasi/communication.
        Dalam atribut file istilah ini merupakan bahwa file yang dimaksud merupakan file system atau merupakan file yang berupa program komputer.


        Senin, 21 Februari 2011

        KEBUDAYAAN ORGANISASI

        Daftar isi
          PENDAHULUAN 
          KEBUDAYAAN ORGANISASI
          1.1 Pengertian Budaya Organisasi  
          1.2 Sumber-sumber Budaya Organisasi 
          1.3 Fungsi Budaya Organisasi 
          1.4 Ciri-ciri Budaya Organisasi
          1.5 Membentuk Kebudayaan
          1.6 Pembentukan Nilai-Nilai
          BUDAYA DENGAN PROFESIONALISME
          2.1 Budaya kekuasaan (Power culture)
          2.2 Budaya peran (Role culture)
          2.3 Budaya pendukung (Support culture)
          KESIMPULAN
          DAFTAR PUSTAKA 

        Pendahuluan

        Ada, seperti nilai-nilai, keyakinan, perilaku sosial atau masyarakat yang kemudian menghasilkan budaya sosial atau budaya masyarakat. Hal yang sama juga terjadi pada anggota organisasi, dengan segala nilai, keyakinan dan perilakunya di dalam organisasi yang kemudian akan menciptakan budaya organisasi.
        Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.
        Macam kebudayaan organisasi :
        Sumber-sumber Budaya Organisasi
        Fungsi Budaya Organisasi
        Ciri-ciri Budaya Organisasi
        Budaya dengan profesionalisme 

                 
        KEBUDAYAAN ORGANISASI
         
        1.1 Pengertian Budaya Organisasi

        Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.
        Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :
        a. Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
        b. Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.
        c. Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.
        d. Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.
        e. Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku.              

        1.2 Sumber-sumber Budaya Organisasi

        Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

        1. Pengaruh umum dari luar yang luas
        Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi.
        2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
        Keyakinan-keyakinan dn nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.
        3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
        Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.

        1.3 Fungsi Budaya Organisasi

        Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
        a. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
        b. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
        c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
        d. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
        e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

        1.4 Ciri-ciri Budaya Organisasi

        Menurut Robbins (1996:289), ada 7 ciri-ciri budaya organisasi adalah:
        1. Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
        2. Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
        3. Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
        4. Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu.
        5. Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya individu.
        6. Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas karyawan.
        7. Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik.
        Dengan menilai organisasi itu berdasarkan tujuh karakteristik ini, akan diperoleh gambaran majemuk dari budaya organisasi itu. Gambaran ini menjadi dasar untuk perasaan pemahaman bersama yang dimiliki para anggota mengenai organisasi itu, bagaimana urusan diselesaikan di dalamnya, dan cara para anggota berperilaku (Robbins, 1996 : 289).

        1.5 Membentuk Kebudayaan

        Para pemimpin menggunakan beberapa teknik untuk membentuk dan mempertahankan kebudayaan yang kuat dan sehat yang memberikan integrasi internal yang mulus serta memungkinkan organisasi untuk beradaptasi dengan kebutuhan-kebutuhan lingkungan eksternal. Para pemimpin dapat menggunakan ritual-ritual organisasi dan upacara-upacara, cerita-cerita, sibol-simbol, dan bahasa khusus untuk menanamkan nilai-nilai kebudayaan. Disamping itu, mereka dapat menekankan pemilihan dan sosialisasi karyawan baru untuk menjaga kebudayaan agar tetap kuat. Mungkin yang paling penting, para pemimpin mensinyalir nilai-nilai kebudayaan yang ingin mereka tanamkan dalam organisasi melalui tindakankeseharian mereka. 

        1.6 Pembentukan Nilai-Nilai

        Para pemimpin sekarang ini mengenali pentingnya nilai-nilai bersama dengan menghabiskan banyak waktu dalam memikirkan dan membahasnya. Nilai adalah keyakinan yang berlangsung terus menerus, yang memiliki harga, kebaikan, dan urgensi bagi organisasi. Perubahan sifat-sifat pekerjaan, serta meningkatnya keanekaragaman tenaga kerja, telah menjadikan topik nilai sebagai pertimbangan utama bagi para pemimpin. Mereka dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, “Bagaimana saya menentukan nilai-nilai kebudayaan apa yang penting? Apakah beberapa nilai “lebih baik” dibanding yang lainnya” Bagaimana kebudayaan organisasi membantu kita untuk lebih kompetitif?”

        Kebudayaan Adaptasi. Kebudayaan adaptasi ditandai dengan pemimpin-pemimpin stratejik yang mendorong nilai-nilai yang mendukung kemampuan organisasi untuk menginterpretasi dan menerjemakan sinyal-sinyal dari lingkungan menjadi respons perilaku baru. Para karyawan memiliki hak otonomi untuk membuat keputusan dan bertindak secara bebas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan baru, dan daya respons terhadap konsumen sangat dihargai.
        Kebudayaan Pencapaian. Kebudayaan pencapaian ditandai dengan visi tujuan organisasi yang jelas, dan para pemimpin berfokus pada pencapaian target khusus seperti pertumbuhan penjualan, profitabilitas, atau pangsa pasar. Sebuah organisasi yang melayani konsumen spesifik dalam lingkungan eksternal tetap tanpa kebutuhan akan fleksibilitas dan perubahan cepat cocok bagi kebudayaan pencapaian.

        Kebudayaan Klan. Kebudayaan klan memiliki fokus internal terhadap keterlibatan dan partisipasi karyawan untuk secara cepat memenuhi ekspektasi yang terus berubah dari lingkungan eksternal.
        Kebudayaan Birokratik. Kebudayaan birokratik memiliki fokus internal dan orientasi konsistensi untuk lingkungan yang stabil. Kebudayaan ini mendukung cara metodlogis, rasionil, dan teratur dalam melakukan bisnis. Mengikuti aturan-aturan dan berhemat sangat dihargai. Organisasi sukses karena sangat terpadu dan efisien.

        BUDAYA  PROFESIONALISME
        Dalam perkembangan berikutnya dapat kita lihat ada keterkaitan antara budaya dengan disain organisasi sesuai dengan design culture yang akan diterapkan. Untuk memahami disain organisasi tersebut, Harrison ( McKenna, etal, 2002: 65) membagi empat tipe budaya organisasi 

        2.1 Budaya kekuasaan (Power culture)

        Budaya ini lebih mempokuskan sejumlah kecil pimpinan menggunakan kekuasaan yang lebih banyak dalam cara memerintah. Budaya kekuasaan juga dibutuhkan dengan syarat mengikuti esepsi dan keinginan anggota suatu organisasi.
        Seorang karyawan butuh adanya peraturan dan pemimpin yang tegas dan benar dalam menetapkan seluruh perintah dan kebijakannya. Kerena hal ini menyangkut kepercayaan dan sikap mental tegas untuk memajukan institusi organisasi. Kelajiman yang masih menganut manajemen keluarga, peranan pemilik institusi begitu dominan dalam pengendalian sebuah kebijakan terkadang melupakan nilai profesionalisme yang justru hal inilah salah satu penyebab jatuh dan mundurnya organisasi.

        2.2 Budaya peran (Role culture)

        Budaya ini ada kaitannya dengan prosedur birokratis, seperti peraturan organisasi dan peran/jabatan/posisi spesifik yang jelas karena diyakini bahwa hal ini akan mengastabilkan sistem. Keyakinan dan asumsi dasar tentang kejelasan status/posisi/peranan yang jelas inilah akan mendorong terbentuknya budaya positif yang jelas akan membantu mengstabilkan suatu organisasi. Hampir semua orang menginginkan suatu peranan dan status yang jelas dalam organisasi.
        2.3 Budaya pendukung (Support culture)
        Budaya dimana didalamnya ada kelompok atau komunitas yang mendukung seseorang yang mengusahakan terjadinya integrasi dan seperangkat nilai bersama dalam organisasi tersebut. Selain budaya peran dalam menginternalisasikan suatu budaya perlu adanya budaya pendukung yang disesuaikan dengan kredo dan keyakinan anggota dibawah. Budaya pendukung telah ditentukan oleh pihak pimpinan ketika organisasi/institusi tersebut didirikan oleh pendirinya yang dituangkan dalam visi dan misi organisasi tersebut. Jelas didalamnya ada keselaran antara struktur, strategi dan budaya itu sendiri. Dan suatu waktu bisa terjadi adanya perubahan dengan menanamkan budaya untuk belajar terus menerus (longlife education)

        2.4 Budaya prestasi (Achievement culture) 

        Budaya yang didasarkan pada dorongan individu dalam organisasi dalam suasana yang mendorong eksepsi diri dan usaha keras untuk adanya independensi dan tekananya ada pada keberhasilan dan prestasi kerja. Budaya ini sudah berlaku dikalangan akademisi tentang independensi dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian serta dengan pemberlakuan otonomi kampus yang lebih menekankan terciptanya tenaga akademisi yang profesional, mandiri dan berprestasi dalam melaksanakan tugasnya.

        Arti Definisi/Pengertian Budaya Kerja Dan Tujuan/Manfaat Penerapannya Pada Lingkungan Sekitar


        3.1  Arti Definisi / Pengertian Budaya Dan Kebudayaan

        Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurutSoerjanto Poespowardojo 1993).
        Menurut The American Herritage Dictionary mengartikan kebudayaan adalah sebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan melalui kehidupan sosial, seniagama, kelembagaan, dan semua hasil kerja dan pemikiran manusia dari suatu kelompok manusia.
        Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar.

        3.2 Arti Definisi / Pengertian Budaya Kerja

        Budaya Kerja adalah suatu falsafah dengan didasari pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja. (Sumber : Drs. Gering Supriyadi,MM dan Drs. Tri Guno, LLM )


        3.3 Tujuan Atau Manfaat Budaya Kerja

        Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang.
        Manfaat dari penerapan Budaya Kerja yang baik :
        1. meningkatkan jiwa gotong royong
        2. meningkatkan kebersamaan
        3. saling terbuka satu sama lain
        4. meningkatkan jiwa kekeluargaan
        5. meningkatkan rasa kekeluargaan
        6. membangun komunikasi yang lebih baik
        7. meningkatkan produktivitas kerja
        8. tanggap dengan perkembangan dunia luar, dll.

        KESIMPULAN

        Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.
        Kebudayaan Adaptasi. Kebudayaan adaptasi ditandai dengan pemimpin-pemimpin stratejik yang mendorong nilai-nilai yang mendukung kemampuan organisasi untuk menginterpretasi dan menerjemakan sinyal-sinyal dari lingkungan menjadi respons perilaku baru. Para karyawan memiliki hak otonomi untuk membuat keputusan dan bertindak secara bebas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan baru, dan daya respons terhadap konsumen sangat dihargai.
        Kebudayaan Pencapaian. Kebudayaan pencapaian ditandai dengan visi tujuan organisasi yang jelas, dan para pemimpin berfokus pada pencapaian target khusus seperti pertumbuhan penjualan, profitabilitas, atau pangsa pasar. Sebuah organisasi yang melayani konsumen spesifik dalam lingkungan eksternal tetap tanpa kebutuhan akan fleksibilitas dan perubahan cepat cocok bagi kebudayaan pencapaian.


        DAFTAR PUSTAKA 









        Sabtu, 19 Februari 2011

        analisa corbel, tahoma dan engravers MT


        CORBEL


        Font konsol ( corbel ) tersedia dari Ascender untuk perizinan dan download instan. Klik pada link Lisensi di bawah ini jika anda tertarik Corbel untuk termasuk dengan perangkat lunak atau produk perangkat keras, atau lisensi server web. Klik pada link Download di bawah ini jika Anda tertarik untuk membeli Corbel untuk digunakan pada komputer pribadi Anda.

        Konsol ( corbel) dirancang untuk memberikan penampilan, rapi bersih di layar. Bentuk surat terbuka dengan lembut, kurva mengalir. Hal ini terbaca, jelas dan fungsional pada ukuran kecil. Pada ukuran lebih besar dan detail gaya bentuk yang lebih jelas menghasilkan jenis sans serif modern dengan berbagai keperluan yang mungkin.

        Konsol termasuk tokoh teks (gaya lama atau angka huruf kecil), yang sangat cocok untuk pengaturan teks berjalan. Ini adalah fitur umum dalam font layar, terutama dalam sans-serif wajah (angka huruf kecil yang ditemukan dalam Microsoft jenis huruf serif Georgia).

        Font ini, bersama dengan Calibri, Cambria, Candara, Consolas dan Constantia, juga didistribusikan dengan gratis PowerPoint 2007 Viewer dan Microsoft Office Compatibility Pack.

        Macam macam corbe
        Corbel Regular
        Corbel Italic
        Corbel Bold Italic


        Tahoma

        Ada beberapa font standar yang digunakanoleh Windows, yakni Tahoma dan MS Sans Serif. Font Tahoma digunakanpada shell untuk Explorer di Windows, sedangkan font default sistemseperti System Properties, Device Manager danaplikasilainnyaadalah MS Sans Serif.
        Inginmengganti font-font ini?Caranyamemangtidaksemudahmengubah font di dokumen Microsoft Word.Tapi, jikaAndasudahterbiasabermain-main denganregistri, caranyatidaksulit, kok.

        Klik “Start > Run...”,kemudianketik “regedt32.exe”.
        Masuklahkesubkey “HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-FontSubstitutes”.
        Klikganda “String Value MS Shell Dlg” untukmengubah font default sistem yang sebelumnyamenggunakan Microsoft Sans Serif.
        Ganti Value Data-nyadenganjenis font lain yang Andainginkan, dengansyarat font tersebutharussudahterinstal di Windows Anda.
        Klik “OK”.
        Klikdua kali untuk “String Value MS Shell Dlg 2”.
        Ubah shell font yang sebelumnyamenggunakan Tahoma denganjenis font lain, misalnya Arial atau Comic Sans MS. Aturanmainnyatetapsamadengansebelumnya, yaitu font yang Andadefinisikanharussudahterpasang di sistemoperasi.
        Klik “OK”, lalututup Registry Editor dan restart PC.

        SetelahAnda me-restart PC, Windows akanmenggunakan font baru yang telahAndatentukanuntuk font di shell maupun di sistem.

        Janganlupa, lakukan backup registrisebelumAndamencobatrikini agar Andadapatkembalike setting sebelumnyadenganmudah.Untukmemulihkansistemsecara manual, masukkembalikesubkey “HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-FontSubstitutes” di registry, lalukembalikan “Value Data MS Shell Dlg” pada Microsoft Sans Serif dan “MS Shell Dlg 2” pada Tahoma.




        engravers MT
        EngraversFonttersediadariAscenderuntukperizinandandownloadinstan.KlikpadalinkLisensidi bawahinijikaandatertarikengraversuntuktermasukdenganperangkatlunakatauprodukperangkatkeras, ataulisensiserverweb. KlikpadalinkDownloaddi bawahinijikaAndatertarikuntukmembeliengraversuntukdigunakanpadakomputerpribadiAnda.
        Beberapa typographers mengklaim bahwa desain pertama engravers MT berasal dari Amerika bukan dari salah satu pengecoran Eropa: Stephenson Blake dan Co, Bauer, atau Schelter & Giesecke. Sulit untuk memastikan desain yang bisa disebut asli, tapi ini wajah, diperkenalkan pada tahun 1924, adalah pesaing Monotype untuk mengklaim bahwa. Versi logam tersedia dalam satu ukuran saja: 6 poin. Meskipun demikian, hairlines font sangat tipis tercetak jelas, penghargaan terhadap seni pemahat itu. Jika Anda menggunakan engravers MT dalam ukuran kecil, melihat bahwa resolusi printer Anda juga dapat melestarikan hairlines dan ketajaman paling dicintai dalam rancangan aslinya.
        Nama : alga natalis.s
        Npm : 30110552