Jumat, 04 Maret 2011

perbedaan antara online dan ofline


CARA UPDATE ANTIVIR ONLINE DAN OFFLINE

Update antivirus dari AVIRA (Antivir) dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu update secara online dan update secara manual. Melalui kedua cara ini, ada dua jenis update antivirus, yaitu update enginge atau update versi antivirus dan update virus database (virus definition). Jika komputer terhubung dengan internet, maka update online dapat dilakukan dengan mode otomatis (scheduler) ataupun manual. Berikut ini akan dijelaskan langkah update Antivir, baik update engine maupun update virus database secara online maupun offline.

Automatic Update Antivir
 
Automatic update umumnya bermanfaat apabila komputer terhubung langsung dengan internet. Dengan mengaktifkan automatic update, maka secara berkala Antivir melakukan update baik update engine (versi antivirus) maupun update virus definition (virus database). Jika konfigurasi untuk automatic update diaktifkan, maka Antivir akan melakukan sendiri update tanpa pemberitahuan ataupun konfirmasi terlebih dahulu kepada pengguna secara terjadwal. Pengaturan standar untuk automatic update biasanya ditetapkan setiap 1 hari sekali. Untuk mengatur penjadwalan automatic update dapat dilakukan melalui konfigurasi penjadwalan atau “Time Schedule Update”. Di sini akan ditemukan rentang waktu dilakukan update otomatis berupa rentang waktu, hari, dan pukul berapa update akan dilakukan. Misalnya, akan dilakukan pengaturan update otomatis dengan memperlebar waktu berkala dari 1 hari sekali menjadi 7 hari sekali. Pengaturan update otomatis Antivir dapat dilakukan dengan masuk ke kotak yang bertuliskan “Administration”, lalu pilih “Scheduler”.



Hilangkan tanda centang untuk “Daily Update” pada kolom “Activated”. Buatlah penjadwalan baru dengan mengklik ikon paling kiri di atas kotak daftar jadwal update (insert new job). Di sini akan dimintakan nama penjadwalan yang baru dan setelan penjadwalan sesuai dengan kebutuhan.
Dengan mengatur konfigurasi skedul automatic update yang sesuai dengan kebutuhan, maka pengguna tidak perlu lagi dipusingkan dengan status versi ataupun virus definition (virus database) dari Antivir. Kerugiannya, jika paket internet yang dipergunakan termasuk limited bandwidth, maka automatic update bisa jadi akan menghabiskan kuota bandwidth cukup besar. Untuk sekali update virus database, setidaknya dibutuhkan sekitar 12 Mb dan sebesar 20 Mb jika dilakukan engine update. Pengaturan standar untuk Automatic Update Antivir dilakukan setiap 1 hari sekali.
Fitur automatic update dari Antivir dapat dinonaktifkan melalui pengaturan pada “Administration -> Scheduler”. Hilangkan semua tanda centang pada kolom “Activated” untuk Daily Update dan jadwal update lainnya.

Non Automatic Update Antivir
 
Jika komputer (PC) terhubung langsung dengan internet, update Antivir dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu update langsung dari Antivir dan update secara manual. Update langsung dari Antivir memiliki proses yang sama dengan Automatic Update. Bedanya, jika automatic update melakukan update sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, maka pada update di sini, proses update dilakukan sesuai dengan kehendak pengguna. Jika komputer terhubung langsung dengan internet, disarankan untuk melakukan update langsung dari Antivir. Keuntungannya, kapasitas file yang diunduh (dowload) melalui update langsung dari Antivir jauh lebih sedikit sehingga lebih menghemat kuota bandwidth.



Untuk melakukan update virus database (virus definition), klik menu “Update”, lalu pilih tulisan “Start update (F9)”. Jika ingin melakukan update engine atau antivirus version, maka yang dipilih “Start product update”. Jika keseluruhan proses update (engine maupun virus database) telah lengkap, maka pada kolom “Last Update” akan menampilkan logo tanda centang warna hijau seperti pada gambar di atas. Jika terdapat update yang belum lengkap, bisa jadi engine ataupun virus database, maka akan ditampilkan logo tanda seru berwarna kuning. Apabila antivirus membutuhkan update, maka pada kolom “Last Update” akan menampilkan logo berwarna merah. Langkah update seperti ini disebut juga Manual Update Online.

Offline Update Antivir
 
Update Antivir secara offline dapat dilakukan hanya untuk update virus database (virus definition). Untuk melakukan update engine atau update versi antivirus, pengguna harus mengunduh (download) langsung aplikasi antivirus (Antivir) dari situs AVIRA (klik di sini), khusus untuk versi gratisan (Antivir Personal Edition Classic). Pilihlah kotak yang bertuliskan “Recommended Download”, lalu akan diarahkan menuju halaman download via Softpedia. Pada halaman download Softpedia, pilihlah link download yang bertuliskan “Softpedia Secure Download” (pilih salah satu). Setelah selesai di download, kemudian jalankan file setup yang bertuliskan “antivir_workstation_winu_en_h.exe”. Ketika proses instal dijalankan, Antivir akan mendeteksi versi Antivir yang telah terinstalasi sebelumnya, kemudian akan secara otomatis meng-upgrade ke versi yang baru. Proses ini yang disebut dengan instal ulang di mana setelan konfigurasi sebelumnya tidak berubah.
Update antivirus database untuk Antivir (virus definition) dapat dilakukan dengan mengunduh (download) virus definition dari alamat link permanen. Klik di bawah ini untuk mengunduh virus definition dari Antivir.




Setelah virus definition dari Antivir selesai diunduh, langkah selanjutnya melakukan update virus database. Pada menu Update, pilih “Manual update”, lalu pilih lokasi folder atau file virus definition (ivdf_fusebundle_nt_en.zip), kemudian klik “Ok”.
Jika setelah langkah update, pada kotak “Last Update” masih menunjukkan logo tanda kuning, itu berarti masih ada update yang belum lengkap. Bisa jadi update engine (versi antivirus) yang harus diupdate.

Peringatan!
 
Sangat tidak disarankan menggunakan aplikasi Antivir berbayar yang dijalankan dengan menggunakan peretas (crack) ataupun pengacak serial number. Aplikasi Antivir yang bajakan akan langsung divalidasi begitu dilakukan proses update, baik update online (automatic/manual) ataupun update secara offline. Perlu diketahui oleh pengguna, paket virus definition (virus database) dari Antivir sudah dilengkapi dengan deteksi keaslian software. Dari sekian banyak pengalaman, baik cracker ataupun pengacak serial number selalu dapat dilumpuhkan oleh deteksi keaslian software. Sejauh ini, Avira hanya memvalidasi software, tapi tidak memblokir IP Address.



DALAM BIDANG BLOGGER

Blogger Online

Blogger Online adalah blogger yang hidup di dunia maya (online) dan populer di jagat blogosfir dengan credit point yang diberikannya secara online. Kebanyakan blogger online lebih peduli -dengan jiwa blogsidenya- terhadap kontribusi-kontribusi yang bersifat online. Ciri-cirinya adalah :
1. Menghabiskan banyak waktu di dunia maya. Katakanlah, minimal 4 jam sehari selalu online,
2. Weblognya hidup, rutin diupdate, dan penataan yang optimal,
3. Sebagian besar di antaranya blogging for money (blogging untuk mencari uang), dan sebagian lagi diary blogging (menjadikan weblog sebagai buku harian/diary).

Blogger Offline

Blogger Offline adalah blogger yang tidak terlalu peduli pada status online-nya, tapi memaksimalkan diri untuk beraktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan dunia blogging. Umumnya blogger seperti ini adalah anggota Komunitas Blogger yang kerap mengadakan kegiatan-kegiatan offline. Di antara ciri-ciri blogger offline adalah jarang mengupdate weblog tapi selalu mengikuti kegiatan-kegiatan komunitas.

 
Blogger dengan kategori ini sebenarnya merupakan kombinasi yang baik antara blogger online dan blogger offline di atas. Silahkan menggabungkan sendiri. ;) Tapi, ingat, kombinasi yang baik.

DALAM BIDANG PEMASARAN


Bedanya, pada dasarnya, adalah: dalam model pemasaran affiliate, sebagian besar atau bahkan seluruh proses penjualannya dilakukan secara online di Internet. Jadi, anda memindahkan sebagian besar atau bahkan seluruh proses penjualan bisnis anda dari dunia nyata ke dunia maya di Internet.
Tapi, perbedaan dunia atau media ini hanya permukaannya. Di dalamnya, dan lebih dalam lagi ke intinya, kedua dunia ini memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat yang sama sekali berbeda, yang membuat dunia yang satu menawarkan keuntungan-keuntungan yang tak tertandingi oleh dunia satunya dari segi proses kerja suatu bisnis, lebih khususnya proses penjualan langsung.
Dunia pertama itu adalah dunia Internet, yang kini tak tertandingi oleh dunia nyata. Orang-orang Internet lebih suka menyebut dunia Internet sebagai dunia online, dan dunia nyata sebagai dunia offline. Bagi anda, online dan offline mungkin sekedar lawan kata. Ya, mereka memang lawan kata. Tapi, saya ingin meyakinkan anda dari saat ini bahwa dalam implikasi-implikasi lebih mendalam dari kedua kata berlawanan inilah terletak perbedaan-perbedaan luar biasa… perbedaan-perbedaan yang telah, sedang dan akan menciptakan suatu revolusi!
Ya, revolusi! Revolusi ekonomi, revolusi industri, revolusi usaha kecil, revolusi home business, revolusi manajemen, revolusi pemasaran, revolusi sosial… dan bahkan revolusi fisik! Agar pernyataan ini tidak menjadi sekedar retorika tanpa makna, saya akan menjelaskan implikasi-implikasi dari dunia online dari segi yang sedang kita bicarakan saat ini, segi yang langsung menjadi perhatian anda dan paling dekat dengan anda –proses penjualan langsung. Proses penjualan langsung bisa digambarkan sebagai kegiatan-kegiatan dan interaksi-interaksi antara 3 pihak: merchant (penjual), sales, dan pembeli/ pelanggan. Mari kita perinci kegiatan-kegiatan oleh tiap-tiap pihak itu.

Pihak Merchant 

Memiliki atau menyewa ruang kantor atau toko yang layak, termasuk fasilitas pelatihan sales yang baik.  
Memasang iklan mencari sales.  
Menerima permohonan peminat dan mewawancarainya.  
Mempresentasikan peluang kerja/ bisnisnya (bergantung pada ‘kebesaran’ sang merchant, dalam presentasi ini para calon sales bisa disuguhi makanan dan minuman).  
Membagikan bahan-bahan produk knowledge dan literatur penjualan. Mengadakan pelatihan-pelatihan dan pertemuan-pertemuan teratur untuk memelihara motivasi sales, menyebarkan pengetahuan tentang produk, dll. Bergantung pada kecanggihannya dalam bidang penjualan dan besar anggarannya, merchant perlu menyediakan alat-alat pendukung (special event, special promotion, kontes, undian, dll).
    Pihak Sales 

    Mencari iklan-iklan peluang kerja/ usaha.  
    Menyiapkan lamaran atau riwayat hidup untuk merespon iklan yang menarik baginya.  
    Pergi ke kantor pengiklan untuk mencari tahu lebih banyak lowongan kerja itu. Bila ada presentasi dari pengiklan, dia perlu mengikutinya (mungkin sekitar 2 jam).  
    Jika dia memutuskan mencoba lowongan itu, dia akan kembali besoknya untuk mulai bekerja atau mengikuti pelatihan di bawah seorang sales coordinator atau supervisor.  
    Jika dia memutuskan lowongan itu bukan untuknya, dia berhenti sampai presentasi; dia mungkin akan mengulangi prosesnya dari awal untuk lowongan usaha lainnya, sampai menemukan lowongan yang cocok.  
    Selama mengejar lowongan itu, dia terus melakukan pertimbangan terhadap dirinya dan lowongan sang merchant berdasarkan kondisi-kondisi penjualan di lapangan, harapan merchant padanya, dan harapan dia pada merchant. Jika dia menilai jelek kemampuannya atau lowongan dari sang merchant, dia mungkin memutuskan berhenti dari lowongan itu, dan lalu mungkin memutuskan mencari lowongan usaha lain.  
    Selama mengejar lowongan, dia juga diharapkan terus datang ke kantor, dan mengikuti pelatihan-pelatihan atau pertemuan-pertemuan yang terkait dengan product knowledge.
    Sebelum terjun menjual, sales perlu menyusun daftar prospek, mencantumkan mulai dari kerabat, tetangga, kawan, prospek dari surat kabar, yellow pages, dll. 
    Dalam mencoba menghasilkan penjualan, sales menelepon dan/ atau mendatangi para prospek dalam daftarnya. Sales bisa berhasil atau gagal menghasilkna penjualan, tergantung pada dukungan yang disediakan oleh merchant dan keterampilan menjualnya.
      Pihak pelanggan
        
      Jika merchant atau sales memakai cara door-to-door untuk mempromosikan produknya, kebanyakan calon pembeli akan melawannya. Mereka bersikap tidak terbuka terhadap usaha penjualan macam ini. Sebabnya: mereka merasa terganggu, tak punya peluang membanding-bandingkan produk dan harga dari merchant lain, kurang percaya terhadap kredibilitas merchant, dsb.  

      Banyak merchant dan sales mengejar penjualan dalam satu kesempatan (one-shot). Jika prospek memutuskan tidak membeli pada satu kesempatan itu, ia jarang di-follow up; kesempatan menjual kepadanya kelak hilang.
        Meskipun detil-detil proses penjualan di atas masih belum lengkap, anda bisa lihat bahwa banyak kegiatan atau interaksi dari proses penjualan yang melibatkan ke-3 pihak di atas terkait dengan penyebaran dan pengolahan informasi. Dalam dunia offline, proses penyebaran dan pengolahan informasi ini memakan lebih banyak biaya, waktu, dan tenaga, dan, di atas semua itu… bersifat satu-kali pakai (disposable) dan variable-cost. Artinya, tiap kali anda ingin menyebarkan dan mengolah suatu potong informasi kepada dan dari seseorang, anda harus membayar!
        Ini sama sekali berbeda dalam dunia online. Dalam dunia online, proses penyebaran dan pengolahan informasi ini menghemat sangat banyak biaya, waktu, dan tenaga, dan, yang terpenting… proses online adalah kontinyu dan fixed-cost.

        Cara Membuat Wordpress Online dari Wp Offline Menggunakan Cpanel UGM

        Setelah lama mencari tutorila ini , tentang bagai mana cara meng-onlinekan wordpress offline, menggunkan hosting dan domain name UGM ....ugm.ac.id akhirnya ketemu juga, tutorial ini berbentuk .pdf yang telah di tulis oleh someone ( nama asli n identitas aku tidak tahu ). 
        Sebenarnya sudah lama aku ingin membuat worpress offline dan meng-online-kannya jadi seperti cms, ( klo blog dengan blogger kan  100% free n hosting ada pada blogspot sendiri ). tetapi berhubung user name dan password untuk mengakses ke UGM aku lupa, dulu buatnya waktu masih jadi mahasiswa kira kira tahun 2005 ( akhir tahun gitu or awal tahun 2006 ) tapi di tahun 2010 aku lupa password n user name nya heee ) , jadi aku mau posting tutorial nya saja, silahkan di download disini tentang cara upload dari cpanel UGM.

        macam macam contoh dalam penegertian offline dan online

        Arti istilah Offline dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Keadaan di mana sebuah device (komputer) tidak terhubung dengan device lain.
        Arti istilah offline editing dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Suatu proses penyiapan Edit Decision Lists (EDLs) untuk digunakan selama pengeditan online.
        Arti istilah Offline browsing dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Kemampuan untuk berselancar secara offline pada alamat-alamat yang tersimpan pada cache.
        Arti istilah Tabbed document interface dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Merupakan kemampuan pada program aplikasi komputer dalam graphical user interface untuk menampilkan beberapa halaman dalam beberapa jendela. Implementasi dari tabbed browsing pertama kali diimplementasikan pada web browser NetCapting selain juga didukung oleh Microsoft Internet Explorer. Sedangkan pada Opera diimplementasikan pada produknya yang dikeluarkan pada bulan Maret tahun 2000. semenjak tahun 2004 hampir seluruh web browser yang terkenal telah mendukung fasilitas ini.
        Arti istilah online dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Terhubung, terkoneksi. Aktif dan siap untuk operasi; dapat berkomunikasi dengan atau dikontrol oleh komputer. Online ini juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan di mana sebuah device (komputer) terhubung dengan device lain, biasanya melalu modem.
        Arti istilah Online input dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Input secara langsung.
        Arti istilah Online system dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Suatu sistem yang terdiri dari berbagai perangkat yang saling terhubung satu dengan lainnya.
        Arti istilah System dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.Esensinya sistem terdiri dari:
        komponen-komponen dalam sistem tersebut, mencakup
        perangkat keras/hardware,
        perangkat lunak/software,
        prosedur-prosedur/procedure,
        perangkat manusia/brainware, dan
        informasi/information itu sendiri;
        serta fungsi-fungsi teknologi di dalamnya yaitu:
        input,
        proses/process,
        output,
        penyimpanan/storage dan

        komunikasi/communication.
        Dalam atribut file istilah ini merupakan bahwa file yang dimaksud merupakan file system atau merupakan file yang berupa program komputer.


        Senin, 21 Februari 2011

        KEBUDAYAAN ORGANISASI

        Daftar isi
          PENDAHULUAN 
          KEBUDAYAAN ORGANISASI
          1.1 Pengertian Budaya Organisasi  
          1.2 Sumber-sumber Budaya Organisasi 
          1.3 Fungsi Budaya Organisasi 
          1.4 Ciri-ciri Budaya Organisasi
          1.5 Membentuk Kebudayaan
          1.6 Pembentukan Nilai-Nilai
          BUDAYA DENGAN PROFESIONALISME
          2.1 Budaya kekuasaan (Power culture)
          2.2 Budaya peran (Role culture)
          2.3 Budaya pendukung (Support culture)
          KESIMPULAN
          DAFTAR PUSTAKA 

        Pendahuluan

        Ada, seperti nilai-nilai, keyakinan, perilaku sosial atau masyarakat yang kemudian menghasilkan budaya sosial atau budaya masyarakat. Hal yang sama juga terjadi pada anggota organisasi, dengan segala nilai, keyakinan dan perilakunya di dalam organisasi yang kemudian akan menciptakan budaya organisasi.
        Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.
        Macam kebudayaan organisasi :
        Sumber-sumber Budaya Organisasi
        Fungsi Budaya Organisasi
        Ciri-ciri Budaya Organisasi
        Budaya dengan profesionalisme 

                 
        KEBUDAYAAN ORGANISASI
         
        1.1 Pengertian Budaya Organisasi

        Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.
        Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :
        a. Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
        b. Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.
        c. Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.
        d. Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.
        e. Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku.              

        1.2 Sumber-sumber Budaya Organisasi

        Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

        1. Pengaruh umum dari luar yang luas
        Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi.
        2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
        Keyakinan-keyakinan dn nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.
        3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
        Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.

        1.3 Fungsi Budaya Organisasi

        Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
        a. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
        b. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
        c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
        d. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
        e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

        1.4 Ciri-ciri Budaya Organisasi

        Menurut Robbins (1996:289), ada 7 ciri-ciri budaya organisasi adalah:
        1. Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
        2. Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
        3. Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
        4. Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu.
        5. Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya individu.
        6. Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas karyawan.
        7. Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik.
        Dengan menilai organisasi itu berdasarkan tujuh karakteristik ini, akan diperoleh gambaran majemuk dari budaya organisasi itu. Gambaran ini menjadi dasar untuk perasaan pemahaman bersama yang dimiliki para anggota mengenai organisasi itu, bagaimana urusan diselesaikan di dalamnya, dan cara para anggota berperilaku (Robbins, 1996 : 289).

        1.5 Membentuk Kebudayaan

        Para pemimpin menggunakan beberapa teknik untuk membentuk dan mempertahankan kebudayaan yang kuat dan sehat yang memberikan integrasi internal yang mulus serta memungkinkan organisasi untuk beradaptasi dengan kebutuhan-kebutuhan lingkungan eksternal. Para pemimpin dapat menggunakan ritual-ritual organisasi dan upacara-upacara, cerita-cerita, sibol-simbol, dan bahasa khusus untuk menanamkan nilai-nilai kebudayaan. Disamping itu, mereka dapat menekankan pemilihan dan sosialisasi karyawan baru untuk menjaga kebudayaan agar tetap kuat. Mungkin yang paling penting, para pemimpin mensinyalir nilai-nilai kebudayaan yang ingin mereka tanamkan dalam organisasi melalui tindakankeseharian mereka. 

        1.6 Pembentukan Nilai-Nilai

        Para pemimpin sekarang ini mengenali pentingnya nilai-nilai bersama dengan menghabiskan banyak waktu dalam memikirkan dan membahasnya. Nilai adalah keyakinan yang berlangsung terus menerus, yang memiliki harga, kebaikan, dan urgensi bagi organisasi. Perubahan sifat-sifat pekerjaan, serta meningkatnya keanekaragaman tenaga kerja, telah menjadikan topik nilai sebagai pertimbangan utama bagi para pemimpin. Mereka dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, “Bagaimana saya menentukan nilai-nilai kebudayaan apa yang penting? Apakah beberapa nilai “lebih baik” dibanding yang lainnya” Bagaimana kebudayaan organisasi membantu kita untuk lebih kompetitif?”

        Kebudayaan Adaptasi. Kebudayaan adaptasi ditandai dengan pemimpin-pemimpin stratejik yang mendorong nilai-nilai yang mendukung kemampuan organisasi untuk menginterpretasi dan menerjemakan sinyal-sinyal dari lingkungan menjadi respons perilaku baru. Para karyawan memiliki hak otonomi untuk membuat keputusan dan bertindak secara bebas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan baru, dan daya respons terhadap konsumen sangat dihargai.
        Kebudayaan Pencapaian. Kebudayaan pencapaian ditandai dengan visi tujuan organisasi yang jelas, dan para pemimpin berfokus pada pencapaian target khusus seperti pertumbuhan penjualan, profitabilitas, atau pangsa pasar. Sebuah organisasi yang melayani konsumen spesifik dalam lingkungan eksternal tetap tanpa kebutuhan akan fleksibilitas dan perubahan cepat cocok bagi kebudayaan pencapaian.

        Kebudayaan Klan. Kebudayaan klan memiliki fokus internal terhadap keterlibatan dan partisipasi karyawan untuk secara cepat memenuhi ekspektasi yang terus berubah dari lingkungan eksternal.
        Kebudayaan Birokratik. Kebudayaan birokratik memiliki fokus internal dan orientasi konsistensi untuk lingkungan yang stabil. Kebudayaan ini mendukung cara metodlogis, rasionil, dan teratur dalam melakukan bisnis. Mengikuti aturan-aturan dan berhemat sangat dihargai. Organisasi sukses karena sangat terpadu dan efisien.

        BUDAYA  PROFESIONALISME
        Dalam perkembangan berikutnya dapat kita lihat ada keterkaitan antara budaya dengan disain organisasi sesuai dengan design culture yang akan diterapkan. Untuk memahami disain organisasi tersebut, Harrison ( McKenna, etal, 2002: 65) membagi empat tipe budaya organisasi 

        2.1 Budaya kekuasaan (Power culture)

        Budaya ini lebih mempokuskan sejumlah kecil pimpinan menggunakan kekuasaan yang lebih banyak dalam cara memerintah. Budaya kekuasaan juga dibutuhkan dengan syarat mengikuti esepsi dan keinginan anggota suatu organisasi.
        Seorang karyawan butuh adanya peraturan dan pemimpin yang tegas dan benar dalam menetapkan seluruh perintah dan kebijakannya. Kerena hal ini menyangkut kepercayaan dan sikap mental tegas untuk memajukan institusi organisasi. Kelajiman yang masih menganut manajemen keluarga, peranan pemilik institusi begitu dominan dalam pengendalian sebuah kebijakan terkadang melupakan nilai profesionalisme yang justru hal inilah salah satu penyebab jatuh dan mundurnya organisasi.

        2.2 Budaya peran (Role culture)

        Budaya ini ada kaitannya dengan prosedur birokratis, seperti peraturan organisasi dan peran/jabatan/posisi spesifik yang jelas karena diyakini bahwa hal ini akan mengastabilkan sistem. Keyakinan dan asumsi dasar tentang kejelasan status/posisi/peranan yang jelas inilah akan mendorong terbentuknya budaya positif yang jelas akan membantu mengstabilkan suatu organisasi. Hampir semua orang menginginkan suatu peranan dan status yang jelas dalam organisasi.
        2.3 Budaya pendukung (Support culture)
        Budaya dimana didalamnya ada kelompok atau komunitas yang mendukung seseorang yang mengusahakan terjadinya integrasi dan seperangkat nilai bersama dalam organisasi tersebut. Selain budaya peran dalam menginternalisasikan suatu budaya perlu adanya budaya pendukung yang disesuaikan dengan kredo dan keyakinan anggota dibawah. Budaya pendukung telah ditentukan oleh pihak pimpinan ketika organisasi/institusi tersebut didirikan oleh pendirinya yang dituangkan dalam visi dan misi organisasi tersebut. Jelas didalamnya ada keselaran antara struktur, strategi dan budaya itu sendiri. Dan suatu waktu bisa terjadi adanya perubahan dengan menanamkan budaya untuk belajar terus menerus (longlife education)

        2.4 Budaya prestasi (Achievement culture) 

        Budaya yang didasarkan pada dorongan individu dalam organisasi dalam suasana yang mendorong eksepsi diri dan usaha keras untuk adanya independensi dan tekananya ada pada keberhasilan dan prestasi kerja. Budaya ini sudah berlaku dikalangan akademisi tentang independensi dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian serta dengan pemberlakuan otonomi kampus yang lebih menekankan terciptanya tenaga akademisi yang profesional, mandiri dan berprestasi dalam melaksanakan tugasnya.

        Arti Definisi/Pengertian Budaya Kerja Dan Tujuan/Manfaat Penerapannya Pada Lingkungan Sekitar


        3.1  Arti Definisi / Pengertian Budaya Dan Kebudayaan

        Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurutSoerjanto Poespowardojo 1993).
        Menurut The American Herritage Dictionary mengartikan kebudayaan adalah sebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan melalui kehidupan sosial, seniagama, kelembagaan, dan semua hasil kerja dan pemikiran manusia dari suatu kelompok manusia.
        Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar.

        3.2 Arti Definisi / Pengertian Budaya Kerja

        Budaya Kerja adalah suatu falsafah dengan didasari pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja. (Sumber : Drs. Gering Supriyadi,MM dan Drs. Tri Guno, LLM )


        3.3 Tujuan Atau Manfaat Budaya Kerja

        Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang.
        Manfaat dari penerapan Budaya Kerja yang baik :
        1. meningkatkan jiwa gotong royong
        2. meningkatkan kebersamaan
        3. saling terbuka satu sama lain
        4. meningkatkan jiwa kekeluargaan
        5. meningkatkan rasa kekeluargaan
        6. membangun komunikasi yang lebih baik
        7. meningkatkan produktivitas kerja
        8. tanggap dengan perkembangan dunia luar, dll.

        KESIMPULAN

        Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.
        Kebudayaan Adaptasi. Kebudayaan adaptasi ditandai dengan pemimpin-pemimpin stratejik yang mendorong nilai-nilai yang mendukung kemampuan organisasi untuk menginterpretasi dan menerjemakan sinyal-sinyal dari lingkungan menjadi respons perilaku baru. Para karyawan memiliki hak otonomi untuk membuat keputusan dan bertindak secara bebas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan baru, dan daya respons terhadap konsumen sangat dihargai.
        Kebudayaan Pencapaian. Kebudayaan pencapaian ditandai dengan visi tujuan organisasi yang jelas, dan para pemimpin berfokus pada pencapaian target khusus seperti pertumbuhan penjualan, profitabilitas, atau pangsa pasar. Sebuah organisasi yang melayani konsumen spesifik dalam lingkungan eksternal tetap tanpa kebutuhan akan fleksibilitas dan perubahan cepat cocok bagi kebudayaan pencapaian.


        DAFTAR PUSTAKA 









        Sabtu, 19 Februari 2011

        analisa corbel, tahoma dan engravers MT


        CORBEL


        Font konsol ( corbel ) tersedia dari Ascender untuk perizinan dan download instan. Klik pada link Lisensi di bawah ini jika anda tertarik Corbel untuk termasuk dengan perangkat lunak atau produk perangkat keras, atau lisensi server web. Klik pada link Download di bawah ini jika Anda tertarik untuk membeli Corbel untuk digunakan pada komputer pribadi Anda.

        Konsol ( corbel) dirancang untuk memberikan penampilan, rapi bersih di layar. Bentuk surat terbuka dengan lembut, kurva mengalir. Hal ini terbaca, jelas dan fungsional pada ukuran kecil. Pada ukuran lebih besar dan detail gaya bentuk yang lebih jelas menghasilkan jenis sans serif modern dengan berbagai keperluan yang mungkin.

        Konsol termasuk tokoh teks (gaya lama atau angka huruf kecil), yang sangat cocok untuk pengaturan teks berjalan. Ini adalah fitur umum dalam font layar, terutama dalam sans-serif wajah (angka huruf kecil yang ditemukan dalam Microsoft jenis huruf serif Georgia).

        Font ini, bersama dengan Calibri, Cambria, Candara, Consolas dan Constantia, juga didistribusikan dengan gratis PowerPoint 2007 Viewer dan Microsoft Office Compatibility Pack.

        Macam macam corbe
        Corbel Regular
        Corbel Italic
        Corbel Bold Italic


        Tahoma

        Ada beberapa font standar yang digunakanoleh Windows, yakni Tahoma dan MS Sans Serif. Font Tahoma digunakanpada shell untuk Explorer di Windows, sedangkan font default sistemseperti System Properties, Device Manager danaplikasilainnyaadalah MS Sans Serif.
        Inginmengganti font-font ini?Caranyamemangtidaksemudahmengubah font di dokumen Microsoft Word.Tapi, jikaAndasudahterbiasabermain-main denganregistri, caranyatidaksulit, kok.

        Klik “Start > Run...”,kemudianketik “regedt32.exe”.
        Masuklahkesubkey “HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-FontSubstitutes”.
        Klikganda “String Value MS Shell Dlg” untukmengubah font default sistem yang sebelumnyamenggunakan Microsoft Sans Serif.
        Ganti Value Data-nyadenganjenis font lain yang Andainginkan, dengansyarat font tersebutharussudahterinstal di Windows Anda.
        Klik “OK”.
        Klikdua kali untuk “String Value MS Shell Dlg 2”.
        Ubah shell font yang sebelumnyamenggunakan Tahoma denganjenis font lain, misalnya Arial atau Comic Sans MS. Aturanmainnyatetapsamadengansebelumnya, yaitu font yang Andadefinisikanharussudahterpasang di sistemoperasi.
        Klik “OK”, lalututup Registry Editor dan restart PC.

        SetelahAnda me-restart PC, Windows akanmenggunakan font baru yang telahAndatentukanuntuk font di shell maupun di sistem.

        Janganlupa, lakukan backup registrisebelumAndamencobatrikini agar Andadapatkembalike setting sebelumnyadenganmudah.Untukmemulihkansistemsecara manual, masukkembalikesubkey “HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-FontSubstitutes” di registry, lalukembalikan “Value Data MS Shell Dlg” pada Microsoft Sans Serif dan “MS Shell Dlg 2” pada Tahoma.




        engravers MT
        EngraversFonttersediadariAscenderuntukperizinandandownloadinstan.KlikpadalinkLisensidi bawahinijikaandatertarikengraversuntuktermasukdenganperangkatlunakatauprodukperangkatkeras, ataulisensiserverweb. KlikpadalinkDownloaddi bawahinijikaAndatertarikuntukmembeliengraversuntukdigunakanpadakomputerpribadiAnda.
        Beberapa typographers mengklaim bahwa desain pertama engravers MT berasal dari Amerika bukan dari salah satu pengecoran Eropa: Stephenson Blake dan Co, Bauer, atau Schelter & Giesecke. Sulit untuk memastikan desain yang bisa disebut asli, tapi ini wajah, diperkenalkan pada tahun 1924, adalah pesaing Monotype untuk mengklaim bahwa. Versi logam tersedia dalam satu ukuran saja: 6 poin. Meskipun demikian, hairlines font sangat tipis tercetak jelas, penghargaan terhadap seni pemahat itu. Jika Anda menggunakan engravers MT dalam ukuran kecil, melihat bahwa resolusi printer Anda juga dapat melestarikan hairlines dan ketajaman paling dicintai dalam rancangan aslinya.
        Nama : alga natalis.s
        Npm : 30110552



        Sabtu, 20 November 2010

        softskill 3 tentang pengertian dari kordinasi, wewenang, teori - teori motivasi, dan komunikasi

        PengertianKoordinasi

        Koordinasi didefinisikan sebagai proses pengintegrasian ( penyatuan) tujuan dan kegiatan perusahaan pada satuan yang terpisah dalam suatuorganisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.
        Koordinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawan, sebab tanpakoordinasi setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti,yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri.

        Pedoman Koordinasi

        Koordinasi harus terpusat,sehingga ada unsur pengendalian guna menghindari tiap bagian bergeraksendiri-sendiri yang merupakan kodrat yang telah ada dalam setiap bagian, ingatbahwa organisasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang punya kebutuhan dankeinginan berbeda.
        Koordinasi harus terpadu,keterpaduan pekerjaan menunjukkan keadaan yang saling mengisi dan memberi.
        Koordinasi harus berkesinambungan,yaitu rangkaian kegiatan yang saling menyambung, selalu terjadi, selaludiusahakan dan selalu ditegaskan adanya keterkaitan dengan kegiatan sebelumnya.
        Koordinasi harus menggunakanpendekatan multi instansional, dengan ujud saling memberikan informasi yangrelevan untuk menghindarkan saling tumpang tindih tugas yang satu dengan tugasyang lain
        .
        Pengertian Wewenang


        Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar mencapai tujuan tertentu.

        Ada dua pandangan mengenai sumber wewenang, yaitu :

        1. Formal, bahwa wewenang di anugerahkan karena seseorang diberi atau dilimpahkan/diwarisi hal tersebut.
        2. Penerimaan, bahwa wewenang seseorang muncul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok/individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan.

        Wewenang itu sendiri memiliki arti sebagai suatu kemampuan untuk melakukan hak tersebut. Ada banyak sumber dari wewenang itu sendiri, dan keenam sumber wewenang tersebut dapat diringkas sebagai berikut :

        1. Wewenang balas – jasa.
        2. Wewenang paksaan.
        3. Wewenang sah.
        4. Wewenang pengendalian informasi.
        5. Wewenang panutan.
        6. Wewenang ahli.

        Motivasi


        Motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yg mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-2x tertentu guna mencapai suatu tujuan. Tiap kegiatan yg dilakukan oleh seseorang di dorong oleh suatu kekuatan dalam diri orang tsb; kekuatan pendorong inilah yg disebut motivasi ð kebutuhan; rasa aman, prestige → harus diciptakan/ didorong sebelum memenuhi sebagai suatu motivasi diri sendiri diluar dirinya.
        Motivasi Internal dari diri sendiri
        Jadi Kebutuhan dan Keinginan yg ada dalam diri seseorang akan menimbulkan motivasi internalnya, kekuatannya akan mempengaruhi pikirannya, selanjutnya akan mengarahkan perilaku orang tsb. ingin nilai A’

        Motivasi Eksternal

        Pengertian Motivasi Kerja
        Menurut arti katanya, motivasi atau motivation berarti motif, penimbulan motif atau hal yang menimbulkan dorongan. Dalam kamus administrasi, Drs. The Liang Gie CS, memberikan perumusan akan motivating atau pendorong kegiatan sebagai berikut: “pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer dalam memberikan insprasi, semangat dan dorongan kepada orang lain, dalam hal ini karyawannya untuk mengambil tindakan-tindakan. Pemberian dorongan ini bertujuan untuk menggiatkan ornag-orang atau karyawan agar mereka besemangat dan dapat mencapai hasil sebagaimana dikehendaki dari ornag-orang tersebut.
        Di bawah ini tercantum beberapa definisi atau pengertian motivasi kerja dari sejumlah penulis sebagai berikut:
        • George R. Terry berpendapat “motivasi kerja adalah suatu keinginan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk bertindak sesuatu”.
        • Dr. Sondan P. Siagian, MPA berpendapat bahwa: “Motivasi kerja merupakan keseluruhan proses pemberian motivasi berkerja para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis.
        • Wahjosumadjo menyatakan, “motivasi kerja merupakan suatu prsoses psikologis yang mencerminkan interaski antara sikap kebutuhan persepsi dan kepuasan yang terjadi pada diri seseorang.
        • G. Terry mengemukakan bahwa “Motivasi diartikan sebagai mengusahakan supaya seseorang dapat menyelesaikan mempekerjaan dengan semangat karena ia ingin melaksanakannya”.

        Teori Motivasi Kepuasan

        Teori yang didasarkan pada kebutuhan insan dan kepuasannya. Maka dapat dicari faktor-faktor pendorong dan penghambatnya. Pada teori kepuasan ini didukung juga oleh para pakar seperti Taylor yang mana teorinya dikenal sebagai Teori Motivasi Klasik. Teori secara garis besar berbicara bahwa motivasi kerja hanya dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan kerja baik secara biologis maupun psikologis. Yaitu bagaimana mempertahankan hidupnya. Selain itu juga Teori Hirarki Kebutuhan (Need Hirarchi) dari Abraham Maslow yang menyatakan bahwa motivasi kerja ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan kerja baik secara biologis maupun psikologis, baik yang berupa materi maupun non-materi. Secara garis besar tersebut teori jenjang kebutuhan dari Maslow dari yang rendah ke yang paling tinggi yang menyatakan bahwa manusia tidak pernah merasa puas, karena kepuasannya bersifat sangat relatif maka disusunlah hirarki kebutuhan seperti hasrat menyususn dari yang teruraikan sebagai berikut:
        1. Kebutuhan pokok manusia sehari-hari misalnya kebutuhan untuk makan, minum, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan fisik lainnya (physical need). Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah, apabila sudah terpenuhi maka diikuti oleh hirarki kebutuhan yang lainnya.
        2. Kebutuhan untuk memperoleh keselamatan, keselamatan, keamanan, jaminan atau perlindungan dari yang membayangkan kelangsungan hidup dan kehidupan dengan segala aspeknya (safety need).
        3. Kebutuhan untuk disukai dan menyukai, disenangi dan menyenangi, dicintai dan mencintai, kebutuhan untuk bergaul, berkelompok, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, menjadi anggota kelompok pergaulan yang lebih besar (esteem needs).
        4. Kebutuhan untuk memperoleh kebanggaan, keagungan, kekaguman, dan kemasyuran sebagai seorang yang mampu dan berhasil mewujudkan potensi bakatnya dengan hasil prestasi yang luar biasa (the need for self actualization). Kebutuhan tersebut sering terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari melalui bentuk sikap dan prilaku bagaimana menjalankan aktivitas kehidupannya.
        5. Kebutuhan untuk memperoleh kehormatan, pujian, penghargaan, dan pengakuan (esteem need).
        Teori Motivasi Proses.

        Teori ini berusaha agar setiap pekerja giat sesuai dengan harapan organisasi perusahaan. Daya penggeraknya adalah harapan akan diperoleh si pekerja. Dalam hal ini teori motivasi proses yang dikenal seperti :
        a. Teori Harapan (Expectancy Theory), komponennya adalah: Harapan, Nilai (Value), dan Pertautan (Instrumentality).
        b. Teori Keadilan (Equity Theory), hal ini didasarkan tindakan keadilan diseluruh lapisan serta obyektif di dalam lingkungan perusahaannya.
        c. Teori Pengukuhan (Reinfocement Theory), hal ini didasarkan pada hubungan sebab-akibat dari pelaku dengan pemberian kompensasi.

        Teori Motivasi Prestasi

        Teori ini menyatakan bahwa seorang pekerja memiliki enerji potensial yang dapat dimanfaatkan tergantung pada dorongan motivasi, situasi, dan peluang yang ada. Kebutuhan pekerja yang dapat memotivasi gairah kerja adalah :
        • Kebutuhan yang bersifat fisiologis (lahiriyah)
        Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan dan papan. Bagi karyawan, kebutuhan akan gaji, uang lembur, perangsang, hadiah-hadiah dan fasilitas lainnya seperti rumah, kendaraan dll. Menjadi motif dasar dari seseorang mau bekerja, menjadi efektif dan dapat memberikan produktivitas yang tinggi bagi organisasi.
        • Kebutuhan keamanan dan ke-selamatan kerja (Safety Needs)
        Kebutuhan ini mengarah kepada rasa keamanan, ketentraman dan jaminan seseorang dalam kedudukannya, jabatan-nya, wewenangnya dan tanggung jawabnya sebagai karyawan. Dia dapat bekerja dengan antusias dan penuh produktivitas bila dirasakan adanya jaminan formal atas kedudukan dan wewenangnya.
        • Kebutuhan sosial (Social Needs)
        Kebutuhan akan kasih sayang dan bersahabat (kerjasama) dalam kelompok kerja atau antar kelompok. Kebutuhan akan diikutsertakan, mening-katkan relasi dengan pihak-pihak yang diperlukan dan tumbuhnya rasa kebersamaan termasuk adanya sense of belonging dalam organisasi.
        • Kebutuhan akan prestasi (Esteem Needs)
        Kebutuhan akan kedudukan dan promosi dibidang kepegawaian. Kebutuhan akan simbul-simbul dalam statusnya se¬seorang serta prestise yang ditampilkannya.
        • Kebutuhan Akutualisasi Diri (Self Actualization)

        Teori Motivasi Harapan

        Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya.
        Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.

        Pengertian Komunikasi

        Komunikasi adalah, proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Dalam penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang terlibat yaitu :
        1. Komunikator : Orang atau kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan
        2. Komunikan : orang atau kelompok orang yang menerima pesan.

        Komunikasi sangat penting bagi organisasi karena jika tidak ada komunikasi teori – teori yang ada di bawah tidak akan berjalan dengan baik.
        Organisasi klasik Organisasi birokrasi;
        Organisasi human relations;
        Organisasi perilaku;
        Organisasi proses;
        Organisasi kepemimpinan;

        softskill 2 tentang perencanaan,organisasi dan bentuk bentuk organisasi


        PERENCANAAN

        perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja
        organisasi.Perencanaan merupakan proses terpenting dari semuafungs i manajemen
        karena tanpaperencanaan fungsi-fungsi lainpengorganisasian, pengarahan, dan
        pengontrolan tak akan dapat berjalan.
        Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah
        rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu
        organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan
        suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana
        bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan
        rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan
        kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.:
        Syarat syarat perencanaan yang baik :
        1. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus didasarkan pada fakta, data dan
        keterangan kongkret.

        2. Perencanaan merupakan suatu pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran,
        imajinasi dan kesanggupan melihat ke masa yang akan datang.
        3. Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan menyangkut tindakan- tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap hambatan yang mengganggu kelancaran usaha.
        Pada intinya perencanaan dibuat sebagai upaya untuk merumuskan apa yang
        sesungguhnya ingin dicapai oleh sebuah organisasi atau perusahaan serta bagaimana
        sesuatu yang ingin dicapai tersebut dapat diwujudkan melalui serangkaian rumusan
        rencana kegiatan tertentu


         ORGANISASI


        Organisasi (Yunani: ργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).

        Definisi

        Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
        Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
        Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

        Bentuk-bentuk organisasi
        1. Organisasi politik
        2. Organisasi sosial
        3. Organisasi mahasiswa

        Organisasi politik

        Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut. Organisasi politik dapat mencakup berbagai jenis organisasi seperti kelompok advokasi yang melobi perubahan kepada politisi, lembaga think tank yang mengajukan alternatif kebijakan, partai politik yang mengajukan kandidat pada pemilihan umum, dan kelompok teroris yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politiknya. Dalam pengertian yang lebih luas, suatu organisasi politik dapat pula dianggap sebagai suatu sistem politik jika memiliki sistem pemerintahan yang lengkap.

        Organisasi mahasiswa

        Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa. Organisasi ini dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra kampus, organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, maupun semacam ikatan mahasiswa kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintas-kampus..

        Organisasi sosial

        Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri..

        Tipe-tipe organisasi

        Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.

        Organisasi Formal

        Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

         

         

         

        Organisasi informal

        Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
        • Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
        • Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya