Bagaimanapun, kompetensi teknologi dan manfaat yang diperoleh memang seringkali harus melalui proses yang cukup panjang. Namun mengabaikan pengembangan kemampuan teknologi akan menimbulkan ekses negatif di masa depan. Keterbukaan dan sifat proaktif serta antisipatif merupakan alternatif yang dapat dipilih dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi. Learning by doing adalah alternatif terbaik untuk menghadapi fenomena e-commerce karena mau tak mau Indonesia sudah menjadi bagian dari pasar e-commerce global. Meski belum sempurna , segala sarana dan pra-sarana yang tersedia dapat dimanfaatkan sambil terus direvisi selaras dengan perkembangan mutakhir.
Manfaat E-commerce
Dengan melalui internet tentunya banyak manfaat yang dapat diambil dari e-commerce, yaitu:
Jangkauan perdagangan lebih luas (dunia), tanpa batas-batas wilyah dan waktu.
Penghematan sumber daya.
Availabilitas : Buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tidak mengenal hari libur dan hari besar.
Skalabilitas : Dapat diperluas atau diperbanyak item barang tanpa batasan.
Konsumen memperoleh informasi yang beragam dan mendetail (bussiness to customer e-commerce).
Disintermediation, proses meniadakan calo dan pedagang perantara.
Kelemahan E-commerce
Perdagangan melalui internet memang memudahkan customer untuk bertransaksi jual-beli. Namun demikian, e-commercejuga memiliki kelemahan. Dengan metode transaksi elektronik yang tidak mempertemukan pelaku usaha dan konsumen secara langsung dan tidak melihat secara langsung barang yang diinginkan bisa menimbulkan permasalahan yang merugikan konsumen. Berikut beberapa kelemahan dari e-commerce:
2.faktor pembuatan sebuah e-commerce di anggap berhasil
Faktor kunci sukses dalam e-commerce
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaane-commercebisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
Menyediakan harga kompetitif
Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
Menyediakan banyak bonus sepertikupon, penawaran istimewa, dan diskon.
Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
Menyediakan rasakomunitasuntuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
•Electronic Catalogs, mrpknantarmukagrafis(GUI) yang umumnyaberbentukhalamanwww berisiinformasitentangpenawaranprodukdanjasa
4. urutan makanisme dari e-commerce pada kaskus
Mekanisme E-Commerce.
Transaksi elektronik antara e-merchant (pihak yang menawarkan barang atau jasa melalui internet) dengan e-customer (pihak yang membeli barang atau jasa melalui internet) yang terjadi di dunia maya atau di internet pada umumnya berlangsung secara paperless transaction, sedangkan dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut bukanlah paper document, melainkan dokumen
elektronik (digital document).
Kontrak on line dalam e-commerce menurut Santiago Cavanillas dan A. Martines Nadal, seperti yang dikutip oleh Arsyad Sanusi memiliki banyak tipe dan variasi yaitu :
Kontrak melalui chatting dan video conference;
Kontrak melalui e-mail;
Kontrak melalui web atau situs.
Chatting dan Video Conference adalah alat komunikasi yang disediakan oleh internet yang biasa digunakan untuk dialog interaktif secara langsung. Dengan chatting seseorang dapat berkomunikasi secara langsung dengan orang lain persis seperti telepon, hanya saja komunikasi lewat chatting ini adalah tulisan atau pernyataan yang terbaca pada komputer masing-masing.
Sesuai dengan namanya, video conference adalah alat untuk berbicara dengan beberapa pihak dengan melihat gambar dan mendengar suara secara langsung pihak yang dihubungi dengan alat ini. Dengan demikian melakukan kontrak dengan menggunakan jasa chatting dan video conference ini dapat dilakukan secara langsung antara beberapa pihak dengan menggunakan sarana komputer atau monitor televisi.
1. Sebutkan sumber daya yang ada dalam perusahaan ?
1.Pemasok, yang menyediakan berbagai macam sumberdaya yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa dalam suatu peruahaan.
2.Pelanggan, yang akan membeli produk yang ada dalam perusahaan.
3.Pesaing, perusahaan yang bergerak di bidang yang sama.
4.Pemegang saham atau Pemilik, orang-orang yang menanamkan modal di perusahaan.
5.Masyarakat global
A.Sumber daya fisik
Sumber daya fisik perusahaan adalah system lingkaran tertutup, dalam arti dikendalikan oleh manajemen perusahaan.
B.Sumberdaya konseptual
Konseptual (Conceptual Thinking) adalah kemampuan untuk mengidentifikasi kunci atau dasar permasalahan di dalam situasi yang kompleks dan menciptakan konsep-konsep baru di dalam perusahaan.
C.Man
Man (manusia) seseorang yang membuat tujuan yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. jika tidak ada manusia tidak akan ada proses kerja.
D.Money
Money (uang) merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai,di mana beperan penting dalam perusahaan untuk mencapai tujuan yang di inginkan.
E.Material
Material (bahan) berfungsi untuk mencapai hasil yang di inginkan dalam perusahaan,hal ini saling berperan antara man dan material,untuk keberhasilan perusahaan.
F.Machine
Machine (mesin) Penggunaan ini akan membawa kemudahan dalam suatu pekerjaan untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
G.Informasi
Informasi sangat penting untuk kegiatan bisnis dan membutuhkan informasi yang akurat untuk pelayanan yang memuaskan pelanggan perusahaan.
H.Mengapa informasi menjadi sumber daya di dalam perusahaan?
Karena dapat membuat perusahaan mencapai keunggulan kompetitif dan lebih setrategis dalam mencapai tujuan perusahaan.
I.Bahasa Programan
bahasa program adalah program pengolah data dalam sebiah komputer
J.Assembler
Assembler sebagai bahasa tingkat rendah dalam suatu program komputer.
K.Basic
Basic adalah sebuah kelompok program bertingkat tinggi.
L.Tingkat menengah
Di mana program menengah dan bisa di katakan dasar basic.
2.Jelaskan peranan data base dalam membangun sebuah SIM ?
Karena database dapat disimpan secara bersama-sama pada suatu media,dan mempermudah menghasilkan kumpulan data data dan informasiuntuk mengambil keputusan agar mencapai satu tujuan dan rancangan.
A.Field
Field adalah data terkecil di dalam elemen data,kolom item, dan atribut data.
B.Record
Record (basis data) kumpulan dari elemen-elemen file data yang terkait dalam sebuah basis data.
C.Database
Database adalah sekumpulan record dan kumpulan informasi yang di simpan secara integrasi sehingga mampu mengoptimalkan bagi para pengguna.
3.pengertian tingkatan manajemen ?
Tingkatan manajemen dimana suatu struktur atau tingkatan berdasarkan organisasi dalam manajemen,dan yang berbentuk sebuah piramida dari yang atas,menengah dan bawah,
A.Manajemen tingkat atas
Manajemen tingkat atas dimana yang bertugas lebih banyak bekerja dengan pikiran,dari pada dengan tenaga,karena mengatur suatu kegiatan dan konsep konsep dalam perusahaan yang berperan penuh dalam mengambil suatu keputusan.
B.Manajemen tingkat menengah
Manajemen menengah dimana berperan penuh untuk saling bekerjasama dengan manajemen tingkat atas dan rendah,di karenakan dia mendengar perintas tingkat atas juga mengatur tingkat bawah. Tingkat menengah ini sangat berperan penuh dalam mekordinir semua bidang dalam sebuah organisasi/perusahaan.
C.Manajemen tingkat rendah
Manajemen tingkat rendah dimana hanya bekerja atau melakukan pekerjaanya lebih memerlukan tenaga besar atau dengan fisik.
D.Mengapa bentuk operasional lebih memilih informasi ringkas dari pada rinci ?
Dari segi penyajiannya, manajer tingkat atas lebih menyukai informasi dalam bentuk ringkas, bukan detail. Di karenakan di mana dengan perencanaan informasi ringkas kita dapat meliputi proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penetapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi organisasi sehingga dia lebih memilih informasi yang ringkas tetapi berdasarkan keputusan yang diambil bentuk operasional ini termasuk kedalam bentuk tidak terstruktur .
E.Mengapa strategi menengah control lebih memiliki sumber dari lingkungan ?
Strategi menengah kontrol termasuk kedalam bentuk tidak tersruktur dan keputusan ini tidak mudah untuk didefinisikan dan biasanya lebih banyak membutuhkan informasi dari lingkungan luar,di karenakan informasi yang berasal dari lingkungan luar organisasi daripada informasi intern.
F.Mengapa oprerasional cenderung memilih sumber internal ?
Keputusan yang terstruktur merupakan keputusan yang sifatnya berulang-ulang dan rutn sehingga unsur unsurnya lebih mudah untuk dimengerti dan lebih mudah dikomputerisasikan dibandingkan dengan keputusan yang tidak terstruktur.pada manajer tingkat bawah lebih menekankan pada informasi detail, bukan ringkas.
Nama : alga natalis.S
KELAS : 2db15
Selasa, 19 April 2011
KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN
TRANSFORMASIONAL
1. Pendahuluan
Pemimpin merupakan salah satu elemen terpenting yang tak akan pernah hllang dari kehidupan sosial manusia. Dia muncul karena adanya berbagai perbedaan dalam kehidupan manuisa yang heterogen, yang kemudian butuh untuk disatukan diselaraskan dan diarahkan agar perbedaan-perbedaan itu tidak melahirkan konflik. Pada dasarnya pemimpin ada untuk itu. Dia bagai “orang terpilih” karena semua pihak yang berbeda pendapat setuju untuk menjadikannya penengah. Oleh sebab itu kebanyakan pemimpin sejati yang kita kenal adalah orang yang memiliki kelebihan-kelebihan dibanding manusia kebanyakan. Ini sangat wajar dan memang seharusnya begitu, karena tak mungkin ia akan disepakati menjadi pemimpin kalautak punya hal-hal yang membuat orang lain “mengalah” kepadanya.
Namun yang perlu dipahami adalah, walaupun semua pemimpin memiliki tujuan dasar yang sama, mereka tetaplah individu yang berbeda maka bukanlah sesuatu yang aneh jika cara mereka memimpin juga berbeda, inilah yang kita kenal dengan Kepemimpinan. Berdasarkan asumsi tersebut maka dapat dipahami jika ada seribu pemimpin sejak peradaban manusia dimulai maka akan ada seribu gaya kepemimpinan yang juga ikut terbentuk. Walauoun begitu, para peneliti telah mengelompokkan beragan kepemimpinan tersebut ke dalam beberapa kelompok berdasarkan sifat maupun ciri umumnya, sehingga lebih mudah bagi kita untuk mempelajarinya.
Di antara jenis Kepemimpinan itu adalah kepemimpinan transaksional dan transformasional. Kedua jenis kepemimpinan ini pertama kali diungkapkan oleh Burn pada tahun 1978 dalam konteks politik, yang kemudian dikembangkan oleh Bass:1985 serta Berry dan Houston:1993 yang membawanya dalam konteks organisasional. Kepemimpinan Transaksional dan Transformasional sering disebutkan secara berdampingan satu dengan yang lainnya ini karena pada dasarnya keduanya memilki perspektif yang sama dalam hal seorang pemimpin harus memberikan “sesuatu” agar anggota bergerak menuju tujuan organisasi, yang membedakan keduanya adalah apa “sesuatu” yang diberikan tersebut. Lebih jelasnya akan dijelaskan pada bagian berikutnya dari tulisan ini.
2.Kepemimpinan Transaksional
a. Pengertian
- Model kepemimpinan yang terjadi ketika pola relasi antara pemimpin dengan konstituen, maupun antara pemimpin dengan elit politik lainnya dilandasi oleh semangat pertukaran kepentingan ekonomi atau politik untuk memelihara atau melanjutkan status quo (Burns 1978)
-Menurut Bycio dkk. (1995) serta Koh dkk. (1995), kepemimpinan transaksional adalah gaya kepemimpinan di mana seorang pemimpin menfokuskan perhatiannya pada transaksi interpersonal antara pemimpin dengan karyawan yang melibatkan hubungan pertukaran. Pertukaran tersebut didasarkan pada kesepakatan mengenai klasifikasi sasaran, standar kerja, penugasan kerja, dan penghargaan.
- Dari pengertian tersebut secara sederhana Kepemimpinan Transaksional dapat diartikan sebagai cara yang digunakan seorang pemimpin dalam menggerakkan anggotanya dengan menawarkan imbalan/akibat terhadap setiap kontribusi yang diberikan oleh anggota kepada organisasi.
b.Karakteristik Kepemimpinan Transaksional
-Pengadaan Imbalan, pemimpin menggunakan serangkaian imbalan untuk memotivasi para anggota, Imbalannya berupa kebutuhan tingkat fisiologis (maslow).
-Eksepsi/pengecualian, dimana pemimpin akan memberi tindakan koreksi atau pembatalan imbalan atau sanksi apabila anggota gagal mencapai sasaran prestasi yang ditetapkan
c.Karakteristik Pemimpin Transaksionalis
- Mengetahui keinginan bawahan
- Terampil Memberikan imbalan atau janji yang tepat
- Responsif terhadap kepentingan bawahan
d. Kondisi yang dianggap pas dalam menerapkan Kepemimpinan Transaksional
- Internal
1.Struktur Organisasi (mekanistik, peraturan, prosedur jelas,sentralisasi tinggi)
2.Teknologi Organisasi (teknologi proses, kontinue, mass-production)
3.Sumber kekuasan & pola hubungan anggota organisasi (sumber kekuasaaan di dalam struktur, hubungan formal)
4.Tipe kelompok kerja(kerja tim, sifat pekerjaan umumnyaengineering/teknis)
- Eksternal
1.Struktur lingkungan luar(baik, norma kuat, status quo)
2.Kondisi perubahan (lambat, tidakstabil, ketidakpastian rendah)
3.Kondisi pasar( stabil)
4.Pola hubungan kepemimpinan (orangtua/pimpinan sebagai: pengawas, pengontrol, tidak ada hubunganemosionalyang kental)
e. Illustrasi dan Contoh Kasus
Seorang walikota dari sebuah kota terkotor di dunia yang letaknya berada di salah satu Negara amerika latin, berhasil mengubah negaranya menjadi negara terbersih di dunia dengan melarang pembelian sayur kecuali dengan menukarnya dengan sampah. Jadi masyarakat akan diberikan sayur – yang merupakan salah satu makanan pokok mereka- hanya bila mereka membawa sampah ke tempat pembuangan yang telah ditentukan pemerintah, di sana masyarakat kemudian dapat menukar sampah tersebut dengan sayur.
3. Kepemimpinan Transformasional
a. Pengertian
-Keller(1992) mengemukakan bahwa Kepemimpinan Transformational adalah sebuah gaya kepemimpinan yang
mengutamakan pemenuhan terhadap tingkatan tertinggi dari hirarki maslow yakni kebutuhan akan harga diri dan aktualisasi diri.
- Kepemimpinan transformasional inilah yang sungguh-sungguh diartikan sebagai kepemimpinan yang sejati karena kepemimpinan ini sungguh bekerja menuju sasaran pada tindakan mengarahkan organisasi kepada suatu tujuan yang tidak pernah diraih sebelumnya. Para pemimpin secara riil harus mampu mengarahkan organisasi menuju arah baru (Locke, 1997).
- Kepemimpinan ini juga didefinisikan sebagai kepemimpinan yang membutuhkan tindakan memotivasi para bawahan agar bersedia bekerja demi sasaran-sasaran "tingkat tinggi" yang dianggap melampaui kepentingan pribadinya pada saat itu (Bass, 1985;
Burns, 1978; Tichy dan Devanna, 1986, seperti dikutip oleh Locke, 1997).
-Sarros dan Butchatsky (1996), bahwa model kepemimpinan transformasional merupakan konsep kepemimpinan yang terbaik dalam menguraikan karakteristik pemimpin sehingga para pemimpin kita lebih berkerakyatan dan berkeadilan sosial.
- Secara sederhana dapat dipahami bahwa Kepemimpinan Transformasional adalah kepemimpinan yang membawa organisasi pada sebuah tujuan baru yang lebih besar dan belum pernah dicapai sebelumnya dengan memberikan kekuatan mental dan keyakinan kepada para anggota agar mereka bergerak secarasungguh-sungguh menuju tujuan bersama tersebut dengan mengesampingkan kepentingan/keadaan personalnya.
b. Karakteristik Kepemimpinan Transformasional
- Adanya pemberian wawasan serta penyadaran akan misi, membangkitkan kebanggaan, serta menumbuhkan sikap hormat dan kepercayaan pada para bawahannya (Idealized Influence Charisma)
- Adanya proses menumbuhkan ekspektasi yang tinggi melalui pemanfaatan simbol-simbol untuk memfokuskan usaha dan mengkomunikasikan tujuan-tujuan penting dengan cara yang sederhana (Inspirational Motivation),
- Adanya usaha meningkatkan intelegensia, rasionalitas, dan pemecahan masalah secara seksama (Intellectual Stimulation),
- Pemimpin memberikan perhatian, membina, membimbing, dan
melatih setiap orang secara khusus dan pribadi (Individualized
Consideration).
c. Karakteristik Pemimpin Transformasionalis
- Kharismatik
- Inspiratif dan motivatif
- Percaya diri
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Visioner
- Memiliki idealisme yang tinggi
d. Kondisi yang dianggap pas dalam menerapkan Kepemimpinan Transaksional
- Eksterna
1. Struktur lingkungan luar (ada tekanan terhadap situasi, ketidakpuasan masyarakat)
2. Kondisi perubahan (berubah cepat, bergejolak, ketidakpastian)
3. Kondisi pasar (sering terjadi perubahan dan tak stabil)
4. Pola hubungan kepemimpinan (pemimpin sebagai orang tua yang membimbing ke pencapaian tujuan, hubungan emosional dengan anggota kental dan dekat)
- Internal
1. Struktur Organisasi (organik, prosedur adaptif, otoritas tidak jelas,
desentralisasi)
2. Teknologi Organisasi (teknologi batch/satu kali pengerjaan)
3. Sumber kekuasan & pola hubungan anggota organisasi (sumber kekuasaan penguasaan informasi, hubungan informal)
4. Tipe kelompok kerja (kerja tim-variatif, sifat pekerjaan umumnya yang memerlukan kreativitas tinggi, craft:keahlian, heuristic:tidak terstruktur, manajemen atas dan menengah)
e. Ilustrasi dan Contoh Kasus
Kepemimpinan ini sering muncul pada situasi-situasi yang monoton dan atau terpuruk pada sebuah organisasi. Dimana organisasi menghadapi sebuah kondisi yang “luar biasa”. Ilustrasi yang paling mudah dipahami menurut kami adalah saat seorang pelatih tim sepak bola misalnya, yang akan berhadapan dengan tim yang selama ini dianggap sebagai “raksasa” maka pelatih akan member motivasi dan sistem latihan baru untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kekuatan mental dari timnya.
Adapun contoh pemimpin transformasional sangatlah banyak dan yang paling tinggi di antara mereka semua adalah Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
4. Kesimpulan
Saat ini perkembangan manajeman dan kepemimpinan dalam suatu organisasi hal yang penting dan perlu mendapatkan perhatian. Manajemen dan kepemimpinan perlu terus menerus dikembangkan dan disesuaikan untuk keberlangsungan dan perkembangan organisasi itu sendiri.
Sekolah sebagai sebagai suatu organisasi yang terus belajar, dalam pengertian dinamis, dan tanggap terhadap perkembangan keilmuan yang terjadi saat ini, semakin membutuhkan kepemimpinan yang lebih dapat menjawab tantangan, membawa pembaharuan, dan lebih aspiratif terhadap perubahan yang terjadi. Kepemimpinan di sekolah dilakukan baik oleh Kepala Sekolah maupun oleh guru di kelas.
Kepemimpinan transformasional merupakan suatu alternatif
kepemimpinan yang dapat diterapkan di sekolah dalam upaya pencapaian
outcomes peserta didik secara lebih optimal. Outcomes yang dimaksudkan
adalah sejumlah keterampilan, kompetensi baik akademik maupun non akademik yang dimiliki peserta didik secara utuh sebagai hasil dari suatu proses pendidikan dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan.
Implementasi kepemimpinan transformasional di sekolah pada dasarnya perlu diselaraskan dan dilakukan sinkronisasi dengan situasi dan kondisi serta sumberdaya yang lebih spesifik yang terdapat di masing-masing sekolah.
1. Kepemimpinan Transaksional dapat diartikan sebagai cara yang digunakan seorang pemimpindalam menggerakkan anggotanya dengan menawarkan imbalan/akibat terhadap setiap kontribusi yang diberikan oleh anggota kepada organisasi.
2. Kepemimpinan Transformasional adalah kepemimpinan yang membawa organisasi pada sebuah tujuan baru yang lebih besar dan belum pernah dicapai sebelumnya dengan memberikan kekuatan mental dan keyakinan kepada para anggota agar mereka bergerak secara sungguh-
sungguh menuju tujuan bersama tersebut dengan mengesampingkan
kepentingan/keadaan personalnya.
3. Keduanya memiliki kesamaan dalam hal perlunya memberikan “sesuatu” kepada anggota agar mereka bergerak sesuai tujuan organisasi, selain itu ada juga tiga perbedaan antara jenis kepemimpinan ini, yakni :
Transaksional memberi imbalan berupa kebutuhan fisiologis bagi
para anggotanya sedangkan transformasional memberi inspirasi
dan motivasi untuk mendapatkan self esteem/harga diri dan
aktualisasi diri.
ii. Dalam hal kepentingan yang didahulukan, kepemimpinan transaksional mementingkan kepentingan pribadi anggota untuk ditukar dengan imbalan agar ia mau bekerja demi kepentingan bersama sedangkan transformasional mementingkan kepentingan bersama dengan menjelaskan betapa pentingnya hal tersebut sehingga anggota rela mengesampingkan kepentingan pribadinya.
iii. Dalam hal situasi internal dan eksternal organisasi, transaksional biasanya dipakai dalam situasi yang stabil dan dalam hal-hal teknis yang telah baku prosedurnya sedangkan Transformasional dipakai dalam keadaan tak stabil dan atau terpuruk serta dalam hal-hal yang bersifat strategis dan tak baku.
Daftar pustaka
Bass, B.M . (1985). Leadership and performance beyond expectation, New
York: Free Press.
Burns, J.M. (1978).Leadership. New York: Harper & Row
Erik , R. (2001).Leadership Articles.
Gersick, C.J.G. & Hackman, J.R. (1990). Habitual routines in task-performing
teams. Organizational Behavior and Human Decision Processes
Hickman, G. (1993). Toward transformistic organizations: A conceptual
framework
Osterman, K. (2000). Students’ need for belonging in the school community,
Update antivirus dari AVIRA (Antivir) dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu update secara online dan update secara manual. Melalui kedua cara ini, ada dua jenis update antivirus, yaitu update enginge atau update versi antivirus dan update virus database (virus definition). Jika komputer terhubung dengan internet, maka update online dapat dilakukan dengan mode otomatis (scheduler) ataupun manual. Berikut ini akan dijelaskan langkah update Antivir, baik update engine maupun update virus database secara online maupun offline.
Automatic Update Antivir
Automatic update umumnya bermanfaat apabila komputer terhubung langsung dengan internet. Dengan mengaktifkan automatic update, maka secara berkala Antivir melakukan update baik update engine (versi antivirus) maupun update virus definition (virus database). Jika konfigurasi untuk automatic update diaktifkan, maka Antivir akan melakukan sendiri update tanpa pemberitahuan ataupun konfirmasi terlebih dahulu kepada pengguna secara terjadwal. Pengaturan standar untuk automatic update biasanya ditetapkan setiap 1 hari sekali. Untuk mengatur penjadwalan automatic update dapat dilakukan melalui konfigurasi penjadwalan atau “Time Schedule Update”. Di sini akan ditemukan rentang waktu dilakukan update otomatis berupa rentang waktu, hari, dan pukul berapa update akan dilakukan. Misalnya, akan dilakukan pengaturan update otomatis dengan memperlebar waktu berkala dari 1 hari sekali menjadi 7 hari sekali. Pengaturan update otomatis Antivir dapat dilakukan dengan masuk ke kotak yang bertuliskan “Administration”, lalu pilih “Scheduler”.
Hilangkan tanda centang untuk “Daily Update” pada kolom “Activated”. Buatlah penjadwalan baru dengan mengklik ikon paling kiri di atas kotak daftar jadwal update (insert new job). Di sini akan dimintakan nama penjadwalan yang baru dan setelan penjadwalan sesuai dengan kebutuhan.
Dengan mengatur konfigurasi skedul automatic update yang sesuai dengan kebutuhan, maka pengguna tidak perlu lagi dipusingkan dengan status versi ataupun virus definition (virus database) dari Antivir. Kerugiannya, jika paket internet yang dipergunakan termasuk limited bandwidth, maka automatic update bisa jadi akan menghabiskan kuota bandwidth cukup besar. Untuk sekali update virus database, setidaknya dibutuhkan sekitar 12 Mb dan sebesar 20 Mb jika dilakukan engine update. Pengaturan standar untuk Automatic Update Antivir dilakukan setiap 1 hari sekali.
Fitur automatic update dari Antivir dapat dinonaktifkan melalui pengaturan pada “Administration -> Scheduler”. Hilangkan semua tanda centang pada kolom “Activated” untuk Daily Update dan jadwal update lainnya.
Non Automatic Update Antivir
Jika komputer (PC) terhubung langsung dengan internet, update Antivir dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu update langsung dari Antivir dan update secara manual. Update langsung dari Antivir memiliki proses yang sama dengan Automatic Update. Bedanya, jika automatic update melakukan update sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, maka pada update di sini, proses update dilakukan sesuai dengan kehendak pengguna. Jika komputer terhubung langsung dengan internet, disarankan untuk melakukan update langsung dari Antivir. Keuntungannya, kapasitas file yang diunduh (dowload) melalui update langsung dari Antivir jauh lebih sedikit sehingga lebih menghemat kuota bandwidth.
Untuk melakukan update virus database (virus definition), klik menu “Update”, lalu pilih tulisan “Start update (F9)”. Jika ingin melakukan update engine atau antivirus version, maka yang dipilih “Start product update”. Jika keseluruhan proses update (engine maupun virus database) telah lengkap, maka pada kolom “Last Update” akan menampilkan logo tanda centang warna hijau seperti pada gambar di atas. Jika terdapat update yang belum lengkap, bisa jadi engine ataupun virus database, maka akan ditampilkan logo tanda seru berwarna kuning. Apabila antivirus membutuhkan update, maka pada kolom “Last Update” akan menampilkan logo berwarna merah. Langkah update seperti ini disebut juga Manual Update Online.
Offline Update Antivir
Update Antivir secara offline dapat dilakukan hanya untuk update virus database (virus definition). Untuk melakukan update engine atau update versi antivirus, pengguna harus mengunduh (download) langsung aplikasi antivirus (Antivir) dari situs AVIRA (klik di sini), khusus untuk versi gratisan (Antivir Personal Edition Classic). Pilihlah kotak yang bertuliskan “Recommended Download”, lalu akan diarahkan menuju halaman download via Softpedia. Pada halaman download Softpedia, pilihlah link download yang bertuliskan “Softpedia Secure Download” (pilih salah satu). Setelah selesai di download, kemudian jalankan file setup yang bertuliskan “antivir_workstation_winu_en_h.exe”. Ketika proses instal dijalankan, Antivir akan mendeteksi versi Antivir yang telah terinstalasi sebelumnya, kemudian akan secara otomatis meng-upgrade ke versi yang baru. Proses ini yang disebut dengan instal ulang di mana setelan konfigurasi sebelumnya tidak berubah.
Update antivirus database untuk Antivir (virus definition) dapat dilakukan dengan mengunduh (download) virus definition dari alamat link permanen. Klik di bawah ini untuk mengunduh virus definition dari Antivir.
Setelah virus definition dari Antivir selesai diunduh, langkah selanjutnya melakukan update virus database. Pada menu Update, pilih “Manual update”, lalu pilih lokasi folder atau file virus definition (ivdf_fusebundle_nt_en.zip), kemudian klik “Ok”.
Jika setelah langkah update, pada kotak “Last Update” masih menunjukkan logo tanda kuning, itu berarti masih ada update yang belum lengkap. Bisa jadi update engine (versi antivirus) yang harus diupdate.
Peringatan!
Sangat tidak disarankan menggunakan aplikasi Antivir berbayar yang dijalankan dengan menggunakan peretas (crack) ataupun pengacak serial number. Aplikasi Antivir yang bajakan akan langsung divalidasi begitu dilakukan proses update, baik update online (automatic/manual) ataupun update secara offline. Perlu diketahui oleh pengguna, paket virus definition (virus database) dari Antivir sudah dilengkapi dengan deteksi keaslian software. Dari sekian banyak pengalaman, baik cracker ataupun pengacak serial number selalu dapat dilumpuhkan oleh deteksi keaslian software. Sejauh ini, Avira hanya memvalidasi software, tapi tidak memblokir IP Address.
DALAM BIDANG BLOGGER
Blogger Online
Blogger Online adalah blogger yang hidup di dunia maya (online) dan populer di jagat blogosfir dengan credit point yang diberikannya secara online. Kebanyakan blogger online lebih peduli -dengan jiwa blogsidenya- terhadap kontribusi-kontribusi yang bersifat online. Ciri-cirinya adalah :
1. Menghabiskan banyak waktu di dunia maya. Katakanlah, minimal 4 jam sehari selalu online,
2. Weblognya hidup, rutin diupdate, dan penataan yang optimal,
3. Sebagian besar di antaranya blogging for money (blogging untuk mencari uang), dan sebagian lagi diary blogging (menjadikan weblog sebagai buku harian/diary).
Blogger Offline
Blogger Offline adalah blogger yang tidak terlalu peduli pada status online-nya, tapi memaksimalkan diri untuk beraktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan dunia blogging. Umumnya blogger seperti ini adalah anggota Komunitas Blogger yang kerap mengadakan kegiatan-kegiatan offline. Di antara ciri-ciri blogger offline adalah jarang mengupdate weblog tapi selalu mengikuti kegiatan-kegiatan komunitas.
Blogger dengan kategori ini sebenarnya merupakan kombinasi yang baik antara blogger online dan blogger offline di atas. Silahkan menggabungkan sendiri. ;) Tapi, ingat, kombinasi yang baik.
Bedanya, pada dasarnya, adalah: dalam model pemasaran affiliate, sebagian besar atau bahkan seluruh proses penjualannya dilakukan secara online di Internet. Jadi, anda memindahkan sebagian besar atau bahkan seluruh proses penjualan bisnis anda dari dunia nyata ke dunia maya di Internet.
Tapi, perbedaan dunia atau media ini hanya permukaannya. Di dalamnya, dan lebih dalam lagi ke intinya, kedua dunia ini memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat yang sama sekali berbeda, yang membuat dunia yang satu menawarkan keuntungan-keuntungan yang tak tertandingi oleh dunia satunya dari segi proses kerja suatu bisnis, lebih khususnya proses penjualan langsung.
Dunia pertama itu adalah dunia Internet, yang kini tak tertandingi oleh dunia nyata. Orang-orang Internet lebih suka menyebut dunia Internet sebagai dunia online, dan dunia nyata sebagai dunia offline. Bagi anda, online dan offline mungkin sekedar lawan kata. Ya, mereka memang lawan kata. Tapi, saya ingin meyakinkan anda dari saat ini bahwa dalam implikasi-implikasi lebih mendalam dari kedua kata berlawanan inilah terletak perbedaan-perbedaan luar biasa… perbedaan-perbedaan yang telah, sedang dan akan menciptakan suatu revolusi!
Ya, revolusi! Revolusi ekonomi, revolusi industri, revolusi usaha kecil, revolusi home business, revolusi manajemen, revolusi pemasaran, revolusi sosial… dan bahkan revolusi fisik! Agar pernyataan ini tidak menjadi sekedar retorika tanpa makna, saya akan menjelaskan implikasi-implikasi dari dunia online dari segi yang sedang kita bicarakan saat ini, segi yang langsung menjadi perhatian anda dan paling dekat dengan anda –proses penjualan langsung. Proses penjualan langsung bisa digambarkan sebagai kegiatan-kegiatan dan interaksi-interaksi antara 3 pihak: merchant (penjual), sales, dan pembeli/ pelanggan. Mari kita perinci kegiatan-kegiatan oleh tiap-tiap pihak itu.
Pihak Merchant
Memiliki atau menyewa ruang kantor atau toko yang layak, termasuk fasilitas pelatihan sales yang baik. Memasang iklan mencari sales. Menerima permohonan peminat dan mewawancarainya. Mempresentasikan peluang kerja/ bisnisnya (bergantung pada ‘kebesaran’ sang merchant, dalam presentasi ini para calon sales bisa disuguhi makanan dan minuman). Membagikan bahan-bahan produk knowledge dan literatur penjualan.Mengadakan pelatihan-pelatihan dan pertemuan-pertemuan teratur untuk memelihara motivasi sales, menyebarkan pengetahuan tentang produk, dll.Bergantung pada kecanggihannya dalam bidang penjualan dan besar anggarannya, merchant perlu menyediakan alat-alat pendukung (special event, special promotion, kontes, undian, dll).
Pihak Sales
Mencari iklan-iklan peluang kerja/ usaha. Menyiapkan lamaran atau riwayat hidup untuk merespon iklan yang menarik baginya. Pergi ke kantor pengiklan untuk mencari tahu lebih banyak lowongan kerja itu.Bila ada presentasi dari pengiklan, dia perlu mengikutinya (mungkin sekitar 2 jam). Jika dia memutuskan mencoba lowongan itu, dia akan kembali besoknya untuk mulai bekerja atau mengikuti pelatihan di bawah seorang sales coordinator atau supervisor. Jika dia memutuskan lowongan itu bukan untuknya, dia berhenti sampai presentasi; dia mungkin akan mengulangi prosesnya dari awal untuk lowongan usaha lainnya, sampai menemukan lowongan yang cocok. Selama mengejar lowongan itu, dia terus melakukan pertimbangan terhadap dirinya dan lowongan sang merchant berdasarkan kondisi-kondisi penjualan di lapangan, harapan merchant padanya, dan harapan dia pada merchant. Jika dia menilai jelek kemampuannya atau lowongan dari sang merchant, dia mungkin memutuskan berhenti dari lowongan itu, dan lalu mungkin memutuskan mencari lowongan usaha lain. Selama mengejar lowongan, dia juga diharapkan terus datang ke kantor, dan mengikuti pelatihan-pelatihan atau pertemuan-pertemuan yang terkait dengan product knowledge. Sebelum terjun menjual, sales perlu menyusun daftar prospek, mencantumkan mulai dari kerabat, tetangga, kawan, prospek dari surat kabar, yellow pages, dll. Dalam mencoba menghasilkan penjualan, sales menelepon dan/ atau mendatangi para prospek dalam daftarnya. Sales bisa berhasil atau gagal menghasilkna penjualan, tergantung pada dukungan yang disediakan oleh merchant dan keterampilan menjualnya.
Pihak pelanggan Jika merchant atau sales memakai cara door-to-door untuk mempromosikan produknya, kebanyakan calon pembeli akan melawannya. Mereka bersikap tidak terbuka terhadap usaha penjualan macam ini. Sebabnya: mereka merasa terganggu, tak punya peluang membanding-bandingkan produk dan harga dari merchant lain, kurang percaya terhadap kredibilitas merchant, dsb.
Banyak merchant dan sales mengejar penjualan dalam satu kesempatan (one-shot). Jika prospek memutuskan tidak membeli pada satu kesempatan itu, ia jarang di-follow up; kesempatan menjual kepadanya kelak hilang.
Meskipun detil-detil proses penjualan di atas masih belum lengkap, anda bisa lihat bahwa banyak kegiatan atau interaksi dari proses penjualan yang melibatkan ke-3 pihak di atas terkait dengan penyebaran dan pengolahan informasi. Dalam dunia offline, proses penyebaran dan pengolahan informasi ini memakan lebih banyak biaya, waktu, dan tenaga, dan, di atas semua itu… bersifat satu-kali pakai (disposable) dan variable-cost. Artinya, tiap kali anda ingin menyebarkan dan mengolah suatu potong informasi kepada dan dari seseorang, anda harus membayar!
Ini sama sekali berbeda dalam dunia online. Dalam dunia online, proses penyebaran dan pengolahan informasi ini menghemat sangat banyak biaya, waktu, dan tenaga, dan, yang terpenting… proses online adalah kontinyu dan fixed-cost.
Setelah lama mencari tutorila ini , tentang bagai mana cara meng-onlinekan wordpress offline, menggunkan hosting dan domain name UGM ....ugm.ac.id akhirnya ketemu juga, tutorial ini berbentuk .pdf yang telah di tulis oleh someone ( nama asli n identitas aku tidak tahu ).
Sebenarnya sudah lama aku ingin membuat worpress offline dan meng-online-kannya jadi seperti cms, ( klo blog dengan blogger kan 100% free n hosting ada pada blogspot sendiri ). tetapi berhubung user name dan password untuk mengakses ke UGM aku lupa, dulu buatnya waktu masih jadi mahasiswa kira kira tahun 2005 ( akhir tahun gitu or awal tahun 2006 ) tapi di tahun 2010 aku lupa password n user name nya heee ) , jadi aku mau posting tutorial nya saja, silahkan di download disini tentang cara upload dari cpanel UGM.
macam macam contoh dalam penegertian offline dan online
Arti istilah Offline dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Keadaan di mana sebuah device (komputer) tidak terhubung dengan device lain.
Arti istilah offline editing dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Suatu proses penyiapan Edit Decision Lists (EDLs) untuk digunakan selama pengeditan online.
Arti istilah Offline browsing dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Kemampuan untuk berselancar secara offline pada alamat-alamat yang tersimpan pada cache.
Arti istilah Tabbed document interface dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Merupakan kemampuan pada programaplikasikomputer dalam graphical user interface untuk menampilkan beberapa halaman dalam beberapa jendela. Implementasi dari tabbed browsing pertama kali diimplementasikan pada web browser NetCapting selain juga didukung oleh Microsoft Internet Explorer. Sedangkan pada Opera diimplementasikan pada produknya yang dikeluarkan pada bulan Maret tahun 2000. semenjak tahun 2004 hampir seluruh web browser yang terkenal telah mendukung fasilitas ini.
Arti istilah online dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Terhubung, terkoneksi. Aktif dan siap untuk operasi; dapat berkomunikasi dengan atau dikontrol oleh komputer. Online ini juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan di mana sebuah device (komputer) terhubung dengan device lain, biasanya melalu modem.
Arti istilah Online input dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Input secara langsung.
Arti istilah Online system dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Suatu sistem yang terdiri dari berbagai perangkat yang saling terhubung satu dengan lainnya.
Arti istilah System dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut : Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.Esensinya sistem terdiri dari:
komponen-komponen dalam sistem tersebut, mencakup
perangkat keras/hardware,
perangkat lunak/software,
prosedur-prosedur/procedure,
perangkat manusia/brainware, dan
informasi/information itu sendiri;
serta fungsi-fungsi teknologi di dalamnya yaitu: input,
proses/process, output,
penyimpanan/storage dan komunikasi/communication.